colocasia.spmabogor.net

Majalah Dinding Maya SPMA Bogor

Pagi2 sy sengaja agak cepat keluar rumah
ada bbrp agenda hari ini
takut macet
adik2 menawarkan bawa mobil saya tolak
ditawarin naik motor, saya tolak
saya ingin menikmati perjalanan ini sebagai rakyat

Ketika berjalan di trotoar jembatan cawang saya melihat seorang bapak yg sdh berumur
saya lihat bpk itu asyik menyapu trotor dan mengumpulkan sampah
tak jauh dari situ berdiri bbpr pria gagah menggemgam hp
bersepatu mengkilat
sy berhenti sejenak memperhatikan bpk itu
apakah bpk itu mengalami sakit jiwa (maaf)
dan bapak itu terus asyik menyapu…

Setelah bbrp lama berdiri di situ sy pun meneruskan perjalan ke halte bus
belum sampai di halte bus
timbul perasaan bersalah atas praduga tsb
Ya prilaku yg tdk wajar dlm pandangan manusia kini
mengerjakan sesuatu hanya karena klebiasaan bekerja
kebiasaan bersih
dan kesosialan yg tinggi

Saya berbalik, berlari ke arah bpk tsb
sy tdk memperdulikan orang2 di sekitar
saya salami bpk tsb
maafkan saya pak
istirahatlah….
ini sedikit bwt sebungkus nasi pg ini

Bpk itu tampak terkejut
dan sy pun segera berlalu
ternyata bpk itu sehat, tdk sakit jiwa
entah siapa yg sakit jiwa?
ya mereka yg tdk peduli dgn sekitarnya
membuat kolam pribadi dari darah-darah orang teraniaya
bpk itu bekerja atas keikhlasan yg murni
bisakah saya setulus itu dlm hidup ?

Seperti diposting oleh ikhwan hakim pada Sabtu 24 Des 2011
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?f=15&t=3087

Seperti diposting oleh eko topsecret pada Selasa 10 Jan 2012
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?f=50&t=3098

Salah seorang adik sepupu istri saya menikah dgn warga malaysia 11 tahun yg lalu
kini mereka tlah memilki 2 orang putra
di Malaysia mereka tinggal dekat pelabuhan Klang
dulunya tinggal di apartemen dan kini sdh rumah sendiri
setiap ada kesempatan mereka selalu pulang kampung
dan dari keluarga kami pun bila ada kesempatan selalu bersilaturahmi ke Malaysia sana

Kemarin mereka bertiga pulang kampung
kebetulan di malaysia sdh libur sekolah
di kampung anak2 sibuk bermain lumpur di sawah
bersepeda dan memanjat pohon rambutan
serta menanti durian jatuh…..(kebetulan sdh mulai musim durian)
hal mana tak bs mereka lakukan di negeri sana
mereka pun pergi ke pasar mingguan
membeli berbagai macam makanan kampung
tampak kecerian anak2 bertemu dan bermain bersama saudaranya yg dari negeri seberang

Kadang mereka bercerita ttg pertandingan bola antara Indonesia dan malaysia
ah tak ada ekspresi kebencian
di tanah lapang mereka berebut bola
alangkah indah kekerabatan yg terpelihara
tak ada batas negara
bahkan Upin Ipin turut membanta kendala bahasa di antara mereka

Inilah tanggung jawab kita
memperkenalkan anak-anak dgn para kerabatnya
dan mendidik mereka agar selalu menjaga hubungan kekerabatan…..

Seperti diposting oleh ikhwan hakim pada Minggu 18 Des 2011
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?f=15&t=3085

Seorang kawan aktivis (perempuan) 2 th yg lalu berpisah dng suaminya
alhamdulillah dpt jodoh menikah lg untuk yg ke 2x nya
saya dan istri sangat bahagia melihat mereka berdua dan anak2 saling mengasihi dan mengerti
si Bapak bisa menempatkan diri sebagai seorang suami dan ayah dari anaknya

Dua bulan setelah menikah keduanya datang kerumah
sang suami sakit
oleh umi (istri saya) disuruh periksa darah lengkap dan EKG
bbrp hari kemudian saya dpt kabar suaminya “meninggal” di rumah sakit tanpa sempat periksa darah ataupun EKG
tepat pernikahan mereka 3 bulan kurang 4 hari

Sang istri benar-benar syok
dua bulan setelah berlalu sang istri mengalami tekanan perasaan yg dalam
sering takut dan sering sedih
sebagai seorang guru SMA saya tak menyangka akan seperti ini
beberapa malam kawan tsb datang ke rumah berbual-bual dng umi
saya hanya menimpali sekali-kali

Lalu pd pertemuan yg terakhir saya meminjamkan kepadanya
sebuah buku karya Pak Habibi yang menceritakan perjalanan hidup beliau bersama sang istri tercinta bu Ainun

Kemarin saya bertemu dengannya
dia tampak ceria dan kembali seperti sediakala
saya tanyakan mana buku yg saya pinjamkan
dia katakan belum selesai
apa ada manfaat dari buku tsb
banyak…
ternyata pak Habibi mengalam sesuatu yg lebih berat dari saya dan alhmdulillah dengan iman beliau menjalaninya

Mau tahu apa cerita pak Habibi?
di awal kata pak Habibi mengatakan bahwa buku tsb dibuat atas anjuran dokter agar tekanan perasaan kehilangan orang yang sangat dicintai (belahan hati)
kawan2 yg sudah berkeluarga atau memilki orang yg teramat dicinta
carilah buku ini
sbg bahan persiapan mental
setiap saat sang kekasih atau kita akan pergi……..

Seperti diposting oleh ikhwan hakim pada Jumat 09 Des 2011
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?f=15&t=3077

Keur kemping Pramuka Dewi Sri, Cimul jeung Piets sare dina tenda leutik. Tengah peuting Piet ngahudangkeun Cimul.

Cimul: “Naon Piets? Urang keur ngeunah-ngeunah sare dihudangkeun..!”
Piets: “Tuh tempo ku maneh bentang di langit..nyaho teu pertanda naon eta teh..?”
Cimul: “Teu nyaho teuing atuh..uing mah tara diajar ngaramal bentang da…”
Piets: “Nya aya pertanda atuh kang Cimul kaseepp…..kabina-bina teuing maneh mah…eta pertanda tenda urang leungit…!!”

Seperti diposting oleh masduki pada Selasa 10 Jan 2012
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?f=50&t=3096

Dua Dunia

No comments

Seperti diposting oleh eko topsecret pada Jum’at 23 Sep 2011
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?f=18&t=3010

Cimul dan studio XXI lagi

Saat baru pertama kali mau menonton film di studio XXI, Cimul membeli sebuah karcis tanda masuk. Ketika akan masuk studio, disodorkannya karcis tsb, dan diperiksa oleh penjaga pintu lalu disobek.

Cimul kaget karena karcis yang dibelinya mahal-mahal koq disobek. “Kurang ajar nih penjaga, karcis gue satu-satunya maen sobek aja, awas ntar loe gue kerjain,” Cimul menggerutu dalam hati.

Cimul lalu balik lagi ke loket penjualan karcis, dan membeli dua lembar karcis, satu karcis dimasukkan ke saku celana, satunya lagi ditunjukan kepada penjaga karcis. Karcis yang ditunjukan tersebut lalu disobek oleh penjaga pintu masuk.

Cimul : “Saya masih ada satu lagi tiket di kantong, saya boleh masuk?”
Penjaga : “Oh silahkan pak.”
Cimul (dalam hati sambil masuk mencari kursi kosong) : “Kena loe gue tipu!!”

Bukan Cimul dan Bukan Hayat

Mr. X (bukan Cimul, karena tetanggaku itu namanya memang bukan Cimul) : “Kalo bulan depan gajiku nggak juga dinaikan sama boss-ku, aku mau resign aja.”

Mr. Y (bukan Hayat, karena teman ngobrol tetanggaku itu namanya memang bukan Hayat) : “Lho, memangnya mau pindah kerja kemana?”

Mr. X : “Tenang saja, dlm bulan ini saja sudah ada 2 bank asing, 1 perusahaan swasta nasional dan 3 BUMN yang mengejar-ngejar perlu sama saya.”

Mr. Y : “Oh ya, hebat sekali…perusahaan apa saja itu?”

Mr. X : “Citibank, Standard Chartered, Adira Finance, PT PLN, PT Telkom, dan terakhir kemarin Bank BTN.”

Mr. Y : “Atuh saya ge sama itu mah…!”

Cimul dan mimpinya Cici

Cici : “Kang Cimul, saya semalam mimpi nikah sama kang Cimul.”
Cimul : “Ah masak Ci, serius?”
Cici : “Iya kang, serius, begitu bangun tidur saya gembira sekali.”
Cimul : “Atuh saya juga gembira Ci, memang itu yang akang harapkan dari dulu…”
Cici : “Maaf kang, saya mah gembira karena ternyata itu cuma mimpi, coba kalo beneran…repot….”
Cimul : “!@#$%^&*()_+…..”

Seperti diposting oleh piets sofyatudin pada Rabu 19 Okt 2011 dan Selasa 15 Nov 2011 dan Rabu 28 Des 2011
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?f=50&t=3090 dan http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?f=50&t=3060 dan http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?f=50&t=3034#p29362

Dulu, tidak lama setelah lulus SPMA, cici pernah lho pacaran sama peniup terompet.
Tapi belum sampai dua bulan sudah putus lagi.
Waktu ketemu, saya sempat nanya,
“Kenapa putus, ci?”
“Habis dia gak bisa melupakan hobinya niup terompet.”
“Emang apa masalahnya?”
“Ya jadi masalah dong. Soalnya tiap kali ciuman, dia selalu meniupku kuat-kuat!”

Seperti diposting oleh eko topsecret pada Kamis 17 Nov 2011
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?f=50&t=3065

Sering kita berpikir untuk apa kita hidup?
kemiskinan sering kali menimbulkan banyak permasaalahan
keberpunyaanpun tak kalah seringnya membuat penderitaan
atau istilahnya sengsara membawa nikmat
dan nikmat membawa sengsara….

Dalam suatu hadis di ceritakan,
seorang hamba ketika diuji dgn kesusahan ia bisa sabar
namun banyak hamba ketika diberi “kesenangan” ia jatuh dan hancur
kata pak Ustadf Hidup itu untuk ibadah
inti ibadah adalah keikhlasan

Dua hal yg harus kita pelihara dlm pelaksanaan ibadah:
rasa “takut” dan “harap”
takut menimbulkan kekuatan untuk menjauhkan diri dari larangan Tuhan
sedangkan rasa harap menimbulkan kekuatan dan semangat untuk terus meningkatkan semangat beribadah
dari keduanya harus timbul al-muraqobah
kesadaran diri selalu berada dlm pengawasan Allah SWT
di dalam keheningan di kesendirian
ataupun..
ketika di tengah keramaian
Tuhan selalu mengawasi kita….

Bagaimana cara menjaga rasa “harap” dan “takut” itu?
perjalanan panjang menuju kesempurnaan hidup
memelihara semuanya dlm bingkai “keikhlasan”
dan hal ini harus dibiasakan dgn “muhasabah” (intropeksi diri)
adalah Sahabat Umar RA yg terkenal dgn perkataan: “Hisablah diri kita sebelum dihisab oleh Tuhan Yang maha Kuasa.”
sebelum ber”buat” kita selalu berniat Lillah…. (semata karena Allah)
Dlm perjalan tsb kita pun Fi llah (bersama Allah)
dan semuanya akan kembali kepada Allah (ila llah)
membiasakan intropeksi setiap habis berbuat
klo ada kekurangan akan disempurnakan di masa yg akan datang
klo sdh baik disyukuri dan usahakan agar di masa yg akan datang harus lebih baik lg
dan yg lebih penting menjaga hati dlm keikhlasan
karena tdk semua kebaikan yg kita lakukan akan mendapat efek positip dari org lain
walaupun itu istri atau suami
di sinilah kita harus mengamalkan positip thinking…
dlm kerendahan hati dan lantunan zikir….
astagfirullah….

Seperti diposting oleh ikhwan hakim pada Jum’at 25 Nov 2011
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?f=25&t=3070

Peristiwa ini terjadi beberapa hari yang lalu, tepatnya senin 14 November 2011
Seperti biasa tiap hari senin pagi anak saya pergi kuliah mengendarai sepeda motor dari Cipanas ke Bandung. Di daerah Padalarang (sebelum toll) hari itu ada kegiatan operasi/razia terhadap kendaraan bermotor roda dua oleh pihak kepolisian. Anak saya distop dan diperintahkan menepi.

Polisi : “Tolong keluarkan sim dan stnk!”
Anak saya mengeluarkan sim dan stnk sesuai permintaan polisi. Sim masih berlaku, stnk sudah diperpanjang dan pajak kendaraan sudah dibayar lunas. Kemudian polisi tersebut memeriksa kelengkapan motor lainnya. Lengkap tidak ada masalah.
Polisi : “Mana resinya….tolong keluarkan.”
Anak saya bingung…. Resi apaan?
Polisi : “Resi yang di keluarkan oleh samsat!”
“Pak…setahu saya, resi itu sebagai bukti/pengganti bahwa stnk yang sedang diperpanjang/stnk sementara, karena proses perpanjangan stnk belum selesai. Tapi sekarang kan stnk sudah selesai, jadi resi tdk berguna lagi, makanya tdk saya bawa,” demikian penjelasan anak saya.
Polisi : “Pokoknya harus ada! Tolong keluarkan.”
Adu mulutpun terjadi. Ujung-ujunnya polisi ngajak nego dan minta uang Rp.100.000,-
“Pak sudah siang! Sebentar lagi saya harus masuk kuliah, ini ada uang Rp.20.000,-” kata anak saya sambil memberikan uang tsb kepada oknum polisi.
Polisi : “Tidak bisa! Pokoknya seratus ribu!”
Akhirnya dengan sedikit emosi anak saya bilang, “Ini pak motor saya, ini sim dan stnk motor saya dan ini kuncinya! Silahkan bawa!” ….dan diakhiri dengan tindakan yang menggelikan yaitu : LOLONGSERAN…. he he he …
Akhirnya polisi kebingungan. “Hor….si adik sagala lolongseran…..indit-indit-indit!”

Saya yang mendengar hal itu tertawa terpingkal-pingkal…..dan sedih serta kasihan. Dalam hati saya bertanya, ini yang oon itu anak saya atau oknum polisi itu yang oon dan goblok!

Seperti diposting oleh solehuddin84 pada Jum’at 18 Nov 2011
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?f=15&t=3067