colocasia.spmabogor.net

Majalah Dinding Maya SPMA Bogor

Browsing Posts in Kisah-Kisah Khas SPMA

Tulisan ini didedikasikan untuk mantan pacar, yang mencintai dengan caranya yang unik, lucu, special, ‘beda’….. sekali-sekali gombal total.

Yang aku ingat awal-awal kenal adalah, bahwa dia sekretaris Dewi Sri, yang suka ’sok sibuk’….hehe… ngatuuur aja…. sampai2 banyak yang ingat dia lah yang ketua… (kita sebut dia kak dp aja ya… pake initial kayak buronan…)

Februari sampai awal bulan maret, saat yang lain sibuk belajar untuk ujian, kak dp ini mungkin bosan belajar dan refreshing dengan cara deketin adik kelas… maka dicari lah anak kelas satu yang paling mudah digombalin….

Mungkin juga dia sudah menyeleksi dengan sistem gugur, karena target akhirnya jatuh pada anak dari sukabumi, yang cantik-lugu-imut-pinter-baik hati-…… (wak! hoek-hoek!!)
Pake jurus ‘mau diajarin matematika gak…. akhirnya ‘tertembaklah’ si target di samping perpustakaan, saat itu pagi atau sore udah lupa… yang jelas tempat itu lagi teduuuuh gitu….ada angin sepoi-sepoi… duduk berdua di balik tiang…..di latar belakang suara temen-temen sesama kelas satu yang berisik……

(Gak secepat itu juga sih, setelah pertemuan matematika ke berapa baru tertembak. Fakta lain : matematikanya udah bagus, kok mau dikasih pelajaran tambahan? Kelihatannya udah tau senjata ampuhnya di situ)

Naaah… mulailah acara antar pulang, jalan-jalan…..bener2 jalan kaki bolak balik spma-bosbow…… jalannya pelaaaan sambil ngobrol, padahal panaas…..
Karena sama-sama tongpes, gak pernah tuh… jalan-jalan saat itu pake acara makan-minum bareng…. Kalau haus ya harus sampai kerumah bibi-ku dulu di kompleks BPPB.

Aku lupa sebelum atau sesudah jadian, pernah diantar pulang pake motor mas Bambang asisten guru, roda depan-nya udah gak bulat lagi, jari-jarinya bengkok… malam-malam pulang dies natalis kalau gak salah… Naik motor seperti naik kuda karena ngangguk-ngangguk….

Setelah lulus, dia kuliah dan kost…. naah, mulailah diperlukan para pahlawan tanpa tanda jasa yaitu ‘kurir surat’ … (kan blom ada sms atau YM) yaitu kak Dwi - maaf salah - Kak Widya (cowok - pramuka- angkatan 83? rumahnya di Bantar Kemang)….

Yang jadi kurir ada juga temen seangkatan doyok dkk…. Tapi pernah juga sih doyok cs mogok jadi kurir hehehe…. Keseringan sih… dan pernah juga untuk urusan ini aku di omelin kang cimul…. diceramahin …. hiks…hiks…..

Baru-baru ini kami ulang tahun ‘jadian’ yang ke 26….. ultah peraknya tahun lalu…..
Waktu ke SPMA tgl 1 maret kemarin, tempat bersejarah - TKP penembakan - sudah dibongkar…. Sediiih…. kenapa sih pake dibongkar segala… padahal dibongkar juga gak banyak nambah manfaat/ruangan!!

Yang merintah pembongkaran, gak tau nilai bersejarah gedung SPMAN BOGOR dan nilai arsitektur-nya….. Padahal kalau pintu berteras itu masih ada, dari situ view ke gunung lapang banget….indaaah deh…. Bekas kelas Ib (angk 84) juga lantainya diratakan, gak lagi bertrap….jadi kelas biasa….
lantai koridor diganti keramik merah … seleranya aneh…… harusnya ganti pake granit hitam/abu doong….

Selain yang sudah saya sebutkan di atas… masih banyak lho yang bersemi di SPMA… di angkatan saya saja ada 3 atau 4 pasangan romeo-yuliet yang lengkeeeet banget ….. belum di angkatan 83, 82 atau lintas angkatan …. atau yang cuma dipendam atau keburu layu di perjalanan…(jangan disebut ya…. biar penasaran….)

Namanya perjalanan 2 manusia yang berbeda bisa sejalan kemudian bersimpangan bahkan satu ke kiri satu ke kanan….. jodoh… Gak ditangan hansip tapi ditanganNya….
Buat pasangan yang akhirnya menikah seperti saya-mas diet, kak aef-kak iie, kak nted-kak anna, rusmiati - kak eddy….. pasti semua gak nyangka bisa sampai nikah khan? ….. lucu dan seru juga caraNya mempertemukan kita dengan soul mate …

Bagaimana pun akhirnya, yang jelas kisah-kasih di SPMA tertanam, gak usah dilupakan karena memperkaya pengalaman hidup kita…. bisa dijadikan pelajaran untuk anak-anak kita…. meskipun anak2 selalu balik protes….”Itu kan jadul banget buuu….”

Seperti pasangan lain pada umumnya, hari sabtu sore biasanya kak dp datang… ngobrol sampai jam setengah sembilan…. baru pulang ke asrama….. (atau ke rumah kost- setelah kak dp kuliah)..

Kalau diingat-ingat …. kegiatan apel tiap sabtu tuh ngeganggu banget yang punya rumah.
Tapi saat itu gak ada perasaan sudah merampas hak beliau-beliau untuk menikmati week end tanpa intruder…. (punten nya oom, bibi….. sadarnya telaaat….)

Naah… apel ini biasa-biasa aja kalau hari sedang cerah…. tapi ini kan Bogor… kota hujan….
Jadi… perlengkapan/logistik kak dp saat ‘apel’ selain senter kecil adalah sepatu boot…. katanya sih disimpan agak jauh dari rumah … deket kantor BPPB di depan rumah bibi….. (saya sendiri gak pernah lihat…. tapi cuma katanya lhoo…. biar pelakunya aja yang cerita….)

Seperti diposting oleh nonon secara beruntun sejak Selasa 22 Jan 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=27

Alkisah, sewaktu kelas 1 saya punya teman senior kakak kelas bernama Joko Pamungkas. Sama-sama tinggal di Asrama Dewi Sri I atau yang sering disebut Asrama Atas. Kamar dia persis di depan kamar saya. Karena itulah saya sangat dekat dengan dia.

Kalau pergi-pergi sering dia mengajak saya. Ke kebun, ke sungai, atau sekedar ke warung beli makanan. Dia sering minta diantar sama saya ke sungai untuk buang air. Katanya dia tidak bisa be’ol di asrama karena bau dan kotor. Kalau dia mau buang air dia selalu manggil saya “No.. ke pantai yuk!” begitu istilah dia. Padahal maksudnya ke sungai.

Rasanya saya juga senang dengan dia. Orangnya friendly, kocak, dan dia punya banyak makanan. Tentu saja, dia orang Jakarta, rumahnya di jalan senopati, dan setiap akhir pekan dia pulang. Sepulangnya dari rumahnya dia pasti membawa makanan enak. Selain itu, nampaknya dia banyak uangnya, saya sering ditraktir sama dia.
Teringat, saya pernah mau dikasih hand body lotion satu botol. Tapi saya menolak “Buat apa…? Kayak cewe ajah…”. Begitu kataku. Baru kepikiran sekarang gunanya lotion itu… hahaha…

Namun, ada juga yang tidak enaknya bergaul dengan dia. Saya sering dimanfaatkan untuk mencuri di kebun. Saya sebenarnya ngga suka mencuri, tapi dia selalu bilang ini bukan mencuri, karena semua kebun itu milik kita juga, cuma mengambilnya duluan.

Ya.. itulah. Pernah satu kali saya disuruh mencuri kelapa di samping asrama. Waktu itu malam hari, kira2 jam 10an. Saya yang disuruh manjat, sementara dia katanya di bawah berjaga-jaga. Setelah saya berada di atas pohon kelapa, dan siap memetik buahnya, tiba-tiba terdengan orang berteriak “Hai.. siapa itu..”. Saya hapal benar itu suara Si Ebeh, penjaga keamanan Asrama. Si Ebeh itu orangnya sangat menakutkan, kata saya mah seperti bajak laut. Waduh…. badan saya gemetar, saya ketakutan setengah mati.

Lampu senternya berputar-putar menyoroti sekitarnya di kegelapan malam itu. Saya menengok ke bawah, ternyata si Joko dan teman2 sudah kabur. Sementara saya masih berada di atas pohon kelapa, tanpa diketahui sama si Ebeh.
Berapa menit sudah saya di atas pohon kelapa, tangan dan paha saya sudah mulai pegel. Kalau sampai kram gimana ya… Saya terus memperhatikan si Ebeh yang masih kelihatan mundar mandir di bawah.

Kemudian, sambil terus menyalakan seternya, si Ebeh terlihat berjalan masuk ke kawasan asrama. Nah, inilah saatnya saya harus segera turun. Dan… srosooooootttttttt…. Badanku meluncur ke bawah dengan cepat.

Setelah itu saya bergegas menuju asrama. Dengan jantung deg-degan takut kepergok si Ebeh, terus saya masuk kamer. Tangan dan dada ini terasa perih. Benar saja saya liat tangan bagian dalam tergores. Terus saya buka kaos dan terlihat dada lecet-lecet dan kulitnya sedikit mengelupas.
Sementara saya sedang mengamati luka-luka dan menahan rasa sakit, si Joko dan teman2nya kemudian pada datang ke kamarku sambil tertawa cekikikan.
“Abis dari mana lu No….” katanya.

Seperti diposting oleh nono pada Sabtu 16 Feb 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=130

Pada tahun kedua di SPMA,
Kita dibagi menjadi regu-regu untuk praktek swakarya..

Saya lupa sama siapa saja anggotanya,
tapi yang jelas dalam regu itu harus ada yang jago macul, kuat tenaganya..
saya pernah satu regu sama Sayidina Umar maupun Karsad…
selain mereka banyak juga yang jago macul, tapi dua orang itu yang saya ingat..

Saya pernah juga praktek nyawah di depan Tresna Putra, pulang nyawah dikejar kerbau, terus lari dan lebih baik nyemplung ke sawah lagi …

Seperti diposting oleh nonon pada Kamis 28 Jan 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2309

Saat hari pertama menjalani masa orientasi, sang senior yang dengan tampang galaknya langsung pasang aksi pada adik2 nya yang baru pertama masuk. Semua junior pun menjalankan semua perintah seniornya dengan rasa takut. Tapi lucunya, ada juga senior yang memanfaatkan junior sebagai jembatan kirim salam buat senior lain yang lagi jadi targetnya, hee…he.. (kesempatan dalam penderitaan)

Pokona macem-macem lah gayana senior teh. Padahal mah bari galak2an teh, senior yang cowok mah bari cari mangsa! (waddaw…. Jadi pengen ketawa deh). Selesai masa orientasi, senior2 pria pun mulai tebar pesona buat adik2nya, yang tadinya gualak minta ampyun jadi mendadak nyapa dengan penuh perhatian kalo adik2nya masuk (euleuh..euleuh meni beda pisan).

Satu atau dua bulan dari masa orientasi mulai deh senior yang pria pasang senjata menggunakan ‘Buku Paket’ dengan pertanyaan pertamanya, “Udah punya buku ini belum?” pas dijawab sama adiknya, “Belum, kak” Sang kakak langsung jawab, “Besok saya bawain ya” (aduuh baik banget..).

Ternyata janjinya memang ditepati, buku-buku itu pun dibawakannya buat sang adik kelas. Kata terima kasih pun meluncur dari bibir sang adik kelas, dan sang kakak kelas pun menjawab dengan gaya pahlawannya, “Kalo ada perlu apa-apa bilang sama kakak aja ya!” (pinter pisan nya memanfaatkan situasi). Namun ternyata, setelah buku itu dibuka… waaaw!! Di dalamnya ternyata ada lampiran sepucuk surat dengan kata-kata yang tersusun indah sebagai pernyataan ‘cinta’ (euleuh..euleuh), tinggal sang adik kelas yang jadi bingung bagaimana harus bersikap.

Tapi…. di luar hal itu berhasil atau tidak, senjata memberi ‘buku paket’ itu memang salah satu cara halus yang ampuh yang bisa ditempuh oleh orang2 yang tidak bisa menyatakan perasaannya secara langsung. Cuma yang lebih membingungkan, apa kira-kira yang dilakukan sang adik kelas, kalo yang nawarin buku paketnya ternyata lebih dari satu orang?

Seperti diposting oleh twenny89 pada Kamis 31 Des 2009
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2257

Dodih Supratman tinggal di Majalengka …..menitipkan cerita ini via SMS

Tahun 1982, ketika tinggal di asrama atas - Dewi Sri I - menu makan sangat monoton : tahu, tempe, mujair dan sayur asem ….. maka, pada satu hari penghuni asrama sepakat untuk berdemo ala 80-an yaitu dengan menggantung makanan dengan tali di semua jendela ruang makan….. selanjutnya heeeeeboooh pisan… pengurus asrama jadi ngambek, tapi menu makanan pun berubah…. yang paling enak teteeep, kalau ada yang pulang, jatahnya bisa diembat….

Di tahun yang sama, di depan asrama terdapat kebun praktek pepaya yang kebetulan sedang berbuah.
Saat malam tiba, banyak penghuni asrama yang memetik pepaya tsb dan menyimpannya di lemari dalam kamar.
Saat ada razia kamar oleh pengurus…… ketauan deh, semua pepaya dikeluarkan…
Ternyata sangat banyak pepaya yang disembunyikan…. kena semprot deh……

Tahun 1983, ketika tinggal di asrama bawah - Dewi Sri II - banyak ayam tetangga yang mampir dan numpang BAB.
Karena tiap hari …kan jengkel, akhirnya dengan umpan nasi yang dipapaykeun dari depan hingga ke kamar … ayam itu macokan nasi terus nyampe ke kamar.
Setelah itu yang keluar bulunya aja dan jadilah pesta malam mingguan …

Kalau ini cerita Boher :

Cerita tentang LAPAR di asrama rupanya tidak ada habis-habisnya….
Setiap angkatan, selalu saja ada cerita pencurian jambu, jagung, pepaya, kacang, ubi jalar dan lain-lain…. Disebut pencurian karena yang dipanen selalu kebun punya kelas lain, angkatan lain, pokoknya bukan punya sendiri…..

Suatu sore, rasa lapar itu mendera anak-anak Cheqer ….. (genk ngetop angkatan ‘84 yang ketenarannya konon hampir menyaingi Dewi Sri!). Anggota genk antara lain… Cimul, Doyok, Iik, Boher, Hendra dan banyak lagi….

Sore itu lewat tukang bubur ayam di depan asrama….. maka dipanggillah si abang bubur….
“Bang, kalau bayarnya pake ini….. dapat berapa mangkok?” kata Boher sambil mengacungkan sepotong baju…..
“Lima, dek….”
“Ya udah…. lima mangkok Bang…”
Dan dengan baik hati Boher berbagi…. “Eko…. nih semangkok buat kamu”

Setelah buburnya habis…… barulah Eko sadar bajunya hilang satu…….
Ya…. itu yang diacungkan Boher ke tukang bubur ayam memang bajunya Eko Supriyanto……
whahahaha ….whehehehe……. tergelak2 kita berlima membayangkan Eko saat itu, dan saat baca postingannya….

Seperti diposting oleh nonon pada Kamis 18 Juni 2009
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=217

Peristiwa ini terjadi pada angkatan 86.
Belajar dari acara pelantikan pramuka angkatan 85, di mana pd pelaksanaan acara tersebut banyak kejadian yang ‘aneh tapi nyata’. Salah satunya, ketika rehat dari kegiatan ada yang pingsan/kesurupan 5 orang sekaligus (4 peserta dan 1 panitia, dari panitia klu gak salah Enok/adiknya pak guru A. Musyadar). Lebih aneh lagi salah seorang peserta yang pingsan dalam ‘ingauannya’ mengancam kepada Pradana (Meisbah) dan kerani (Solehuddin).

Singkat cerita hal tsb bisa dibereskan dg mendatangkan orang pintar dari sekitar lokasi. Setelah di jampi2 dan dibuatkan sesajen, pesakitan akhirnya zzzzzzzzz….tidur semua.

Malam harinya setelah acara pokok selesai. Saya dan Meisbah bergerilya ngambil telor yang ada di sesajen…. kemudian digoreng dan dimakan. Kenyang deh. Setelah acara pelantikan selesai dan masuk sekolah kembali, salah satu dari 5 peserta yang
kesurupan (Alm) Kiyana Arti, hampir seminggu dia di tempat kostnya jatuh bangun terus-terusan kesurupan. Untungnya ada pak Ustadz Yalman, setiap kali kesurupan bisa diatasi oleh beliau. Kemungkinan hal tsb disebabkan lokasi kegiatan terlalu jauh dari sekolah (di Gunung Kapur Jasinga). Peserta berangkat dari sekolah ke lokasi berjalan kaki, jadi terlalu lelah. Di samping itu selama perjalanan ada gangguan teknis dari panitia liar yang dimotori oleh kang Cimul Cs…he he he.

AKIBATNYA….Pelantikan Pramuka untuk angkatan 86 tidak diizinkan dilaksanakan di luar kawasan Ciomas, jadi hanya dilaksanakan di sekitar sekolah.

Pada puncak acara, sebelum dilakukan pemasangan kacu, terlebih dahulu peserta mengikuti acara renungan malam. Kegiatan ini dilaksanakan di kebun ubi jalar milik angkatan 84 belakang sekolah (sekitar perumahan guru). Peserta dengan dibekali satu buah lilin, korek api dan teks renungan malam, peserta disebar dan ditempatkan di antara guludan ubi jalar. Acara renungan malam berjalan lancar sampai serine dibunyikan sbg tanda peserta harus berkumpul kembali di Aula……..

Seperti diposting oleh solehuddin84 pada Sabtu 15 Ags 2009
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2102

Kisah ini terjadi beberapa tahun yg lalu. Saat itu sy dpt undangan pernikahan temenku Waluyo alias Mas Uyo Tapatura 88. Pernikahan diadakan di daerah Darmaga Bogor. Dengan semangat 45 aku berangkat pagi2 dari kota asalku Rangkasbitung. Sesampainya di Bogor aku mampir ke rumah Yeni 88, tanya alamt & rute ke tmpat pernikahannya. Tadinya pengen bareng sm Yeni, cm lg ada keprluan dulu nti nyusul katanya. Ya udah sy, adik sy & suami berangkatlah ke sana. Dengan still yakin kami masuk ke tempat hajatan tsb, kemudian menulis di buku tamu setelah itu kami masuk.

Tapi sy jd bingung begitu melihat pengantin prianya, bener ga yah?? Tp ini alamat bener koq spt yg di ksh sm Yeni td. Tp koq pengantin prianya spt bkn Mas Uyo Jujur saat itu sy bingung, ampe bengong agak lama, masalahnya…. pengantin prianya koq warna kulit mukanya putih sdgkan Mas Uyo yg aku kenal selama di SPMA kan item… (maaf mas uyo bkn ngeledek tp kenyataan, hehe..)

Terus terang saat itu sy jd ragu & takut salah org, akhirnya memutuskan tuk plg aja. Mo konfirmasi lg ke Yeni ga mgkin, krn msti bolak balik ke daerah Babakan Cibalagung, kan males tuh, mana Hp blm ada wktu itu mah. Akhirnya dgn rasa kecewa kami plg lg deh. Tp stlah be2rapa wktu kemudian Yeni cerita bhwa Mas Uyo nanyain sy, ktnya di buku tamu ada tulisannya, tp orgnya ga ada. Aduh Mas Uyo…maafin sy yaaaahhh…..sy ga jd masuk wktu itu karena bingung Mas Uyo koq bs jd putih??

Seperti diposting oleh rvirgantini pada Kamis 07 Mei 2009
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=1910

Bener kata teh nonon masa jadul kalau diingat bikin kita tersenyum sendiri. Aku merupakan salah satu produk kampus tercinta yang sampai saat ini masih diberi kesempatan untuk bersama terus, dan mudah2an akan terus sampai maut memisahkan kami.

Ya aku jadi salah satu orang yang kena tulah ‘benci jadi rindu’. Kalau ingat cerita dulu salah satu yang berperan dan meramalkan aku jadian dengan pendampingku sekarang adalah Ibu Ait. Beliau adalah salah satu pembina kami waktu mempersiapkan Lokarnas. Beliau bilang aku jadian dengan “Lita”. Dan dengan seketika pun aku langsung menjawab dan menyangkalnya karena justru pada saat itu kebencian yang ada dalam hati ini. Entah bagaimana perjalanan yang dilalui tiba-tiba kebersamaan kami menjadi melekat menjelang masa kelulusan tahun 88. Yang tadinya benci berubah jadi sayang dan akhirnya kami bisa dipersatukan sampai sekarang dan sudah mengahasilkan 2 orang yunior yang tampan dan cantik sebagai penerus kami……

Terimakasih Bu Ait……. Salam hormatku selalu untuk beliau…

Seperti diposting oleh endah sulvitasari pada Selasa 26 Mei 2009
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=1947

Waktu di Astri dulu, angkatan saya ada yang namanya Nurjanah, tapi biasa dipangil Inur. Entah kenapa dia ini sering sekali pingsan (katanya memang ada sedikit sakit jantung). Inur itu sering pingsan kapan aja; lagi upacara, di lokasi praktek, dan yang paling sering ya di Astri, dan pasti heboh, karena Inur ini body nya cukup berat (Sorry ya Nur…)

Ceritanya, kalo hari Sabtu kan banyak anak2 Astri yg pulang, saat itu temen kita Eni mau pulang ke Depok dan kita2 semua pada pesen bakso karena baksonya memang Top banget. Hari Minggu, kita pun nunggu2 saatnya Eni pulang, sudah terbayang enak nya bakso yang bakal dibawa Eni. Sampai waktunya maghrib, Eni belum pulang juga, akhirnya kita pun shalat maghrib berjamaah dan Inur termasuk makmumnya, tp pd waktu itu aku ga ikutan karena sedang berhalangan. Saat rakaat kedua, aku mendengar langkah2 kaki, dan ternyata Eni yang datang, saking girangnya aku tanpa sadar teriak Enniiiiiiiii!!!!
Dan tahu apa yang terjadi?
Gubbbraaak, salah satu makmumpun jatuh tak sadarkan diri, ternyata itu tidak lain dan tidak bukan adalah Inur, yaa ampuuun shalat pun bubar belum waktunya karena harus menyadarkan Inur, Saat itu ada yang marah, tapi ada juga yg tertawa semua jadi satu, dan yang lucunya…. saat Inur diminta baca Istigfar dia pun menjawab… “I s t i g f a r ” bukannya Astagfirullahaladziiim, sontak saja kita semua jadi tertawa. Mungkin saat itu kesadarannya belum 100% ya, duuuh Inur maafin aku ya, ternyata teriakanku bikin kamu jatuh pingsan. Mudah2an sekarang ga pernah pingsan lagi ya….

Seperti diposting oleh twenny89 pada Selasa 26 Mei 2009
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=1945

Pulang praktek pagi, sebelum ke sekolah pasti nyari tempat numpang mandi… (kecuali anak asrama/kost tentunya)….
Naah… beberapa temen cewek - anak bogor - biasanya mandi di rumah bibiku di komplek BPPB- kebun karet.

Satu hari …. salah satu temen, sambil jalan ke sekolah dia agak ngeluh dan susah jalan…. terus kita tanya…. kenapa sih jalannya kok begitu?
Yang ditanya juga bingung… katanya kok kalau mulai jalan rasanya kayak ada yang ditarik - peureus ceuk sunda mah…. tapi kalau diam gak terasa lagi…. padahal kita jalan udah cukup jauh.. 200 meteran lah…

Akhirnya, singgah di rumah kost temen (lupa namanya…. rambutnya panjang kalau gak salah Anna dan Juju)… numpang ke km mandi dan diperiksalah…. ternyata…..
pembalut wanita-nya terbalik, LEM nya nempel ke arah yang salah….
puguh we… peureus sajajalan…. hehehehe….

Seperti diposting oleh nonon pada Senin 18 Feb 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=144