colocasia.spmabogor.net

Majalah Dinding Maya SPMA Bogor

Browsing Posts in Sekedar Tips dan Saran

Sudah setahun saya survey mengenai AFFILIATE MARKETING. Bagaimana halal atau tidak? Apakah ada yang dirugikan atau tidak? Dua hal tersebut merupakan kunci apakah saya mau melaksanakan atau tidak. Jika dalam bisnis ada yang dirugikan maka jangan dilakukan. Sementara halal bisa diukur dari beberapa sisi, barang/jasa yang dijual belikan bukan barang yang haram, sistem pembagian keuntungan dilakukan secara adil sesuai dengan kesepakatan. Adil itu tidak harus sama rata, kalau selalu harus sama itu namanya komunis. Porsi pembagian keuntungan yang sesuai dengan usaha dan tanggung-jawab masing-masing itulah yang disebut adil. Gaji direktur dengan gaji office boy pastinya tidak sama. Gaji jenderal dengan gaji kopral pasti beda jauh. Uang saku anak TK dengan anak SMA pasti nya harus beda, itulah adil.

Strategi dan Taktik Marketing
Strategi adalah konsep yang digunakan untuk mencapai sesuatu maksud dan tujuan yang telah direncanakan. Dengan kata lain STRATEGI adalah siasat dalam konsep.
Taktik adalah aplikasi teknis yang digunakan untuk mencapai sesuatu maksud dan tujuan yang telah direncanakan. Dengan kata lain TAKTIK adalah siasat dalam praktek.
Viral marketing merupakan salah satu strategi marketing , sementara itu Affiliate marketing merupakan taktik marketing dari Viral Marketing.

Sekarang apa beda Viral Marketing dengan Multilevel Marketing …!?

Dua-duanya merupakan strategi marketing.

Kita semua tahu bagaimana viru berkembang biak? Mengapa suatu virus yang semula hanya segelintir di suatu wilayah bisa menyebar ke seluruh wilayah lainnya walaupun dalam zona yang berbeda. Virus yang dimaksud bisa berarti virus biologi ataupun virus software.
Virus memiliki kemampuan memperbanyak diri. Menyebar secara mudah dalam waktu yang relatif singkat. Dia tidak memandang siapa yang dihinggapinya, tetapi sekali seseorang mengalami kontak dengan virus, maka dia akan membawa virus tersebut ke tempat manapun yang dia tuju.

Itulah kekuatan virus, dan di dunia marketing kita bisa menerapkan kekuatannya.

Viral marketing juga menggunakan konsep yang sama sperti itu. Konsep dasarnya adalah membuat marketing kita bisa menyebar dalam waktu singkat tanpa memerlukan usaha promosi pemasaran yang terlalu besar. Media dan obyek yang digunakan oleh viral marketing ini bervariasi, tergantung produk dan sasaran kita.
Satu-satunya kekuatan yang dimiliki viral marketing adalah kemampuannya untuk menduplikasi kegiatan promosi bisnis ke seluruh penjuru. Jika kita menggunakan konsep viral marketing, percikan sedikit usaha promosi, maka selanjutnya promosi kita akan berkembang biak menyebar dengan sendirinya.

Lalu bagaimana dengan Multilevel marketing?

Pada dasarnya multilevel marketing juga memiliki konsep yang sama dari Viral Marketing. Bedanya pada multilevel marketing masih ada keterkaitan berlanjut antara promotor (upline) dengan targetnya (downline).
Sementara pada viral marketing, promotor dan targetnya akan lepas tidak ada keterkaitan lagi setelah terjadi transaksi. Kemudian target akan menjadi promotor baru setelah transaksi dan langsung berhubungan dengan vendor (penyedia produk/jasa).

Apakah dunia pertanian bisa menggunakan konsep multilevel marketing, saya yakin bisa, karena sudah banyak yang menerapkan.
Apakah dunia properti bisa menggunakan konsep multilevel marketing??? Saya lumayan yakin, PASTI GAK BISA.
Apakah dunia pertanian bisa menggunakan konsep viral, saya belum yakin, bisa ya bisa juga tidak.
Apakah dunia properti bisa menggunakan konsep viral marketing??? Saya yakin ini pasti bisa. Bagaimana caranya?

Harga yang dibayar konsumen untuk setiap produk yang dibeli dibagi menjadi untuk produsen sebesar 51% - 80 % dan untuk promosi dan distribusi sebesar 20 % - 49 %.
Misalnya untuk produk Indomie, Pepsoden atau Cocacola, produsen nya mendapat hasil bruto sebesar 51 % . Sedangkan untuk biaya promosi/iklan sebesar 20 %. Untuk distributor dari ulu sampai ilir termasuk pedagang eceran mendapat 29 % dari harga produk. Jadi untuk promosi/iklan dan distribusi sebesar 49 %.

Pada Multi Level Marketing, biaya promosi dan distribusi sebesar 49 % harga produk diserahkan untuk seluruh member MLM tersebut dari level bawah sampai kelas atas. Sistem pembagian porsi yang diperoleh untuk masing-masing level diatur dalam MLM tersebut.
Pada Affiliate Marketing, biaya promosi 20 % diserahkan untuk Affiliate Member. Distribusi biasanya langsung ditangani oleh produsen itu sendiri. Untuk produk berupa software/ebook yang tidak memerlukan biaya distribusi, Affiliate Member dapat memperoleh 50 % - 60 % harga produk.
Pada super market seperti Hero, ALfa, Indomart, Carefour, Hypermart, mereka membeli dalam jumlah besar langsung dari produsen. Kemudian mereka menjual secara retail langsung ke konsumen. Makanya harga jualnya menjadi lebih murah dari pada pasar tradisional. Inilah yang bikin “mati” para pedagang tradisional. Kalau dipikir lebih jauh maka multi level marketing jauh lebih memberi kesempatan pada kalangan bawah, walaupun katanya dinilai kurang adil. Tapi bukankah adil itu tidak harus selalu sama.

Jadi pada multi level marketing masyarakat diberi kesempatan meraih 49 % dari harga produk yang sumbernya dari biaya promosi sebesar 20 % dan biaya distribusi sebesar 29%.
Sedangkan pada Afiiliate Marketing masyarakat diberi kesempatan untuk meraih 20 % - 60 % dari harga produk, yang merupakan porsi biaya promosi.

Ketiga model tersebut; Konvensional, Multi Level Marketing, dan Affiliate Marketing sama-sama memiliki unsur perdagangan yakni ada barang/produk yang dijual-belikan, ada penjual dan ada pembeli. Jadi hukumnya adalah perdagangan yang dilakukan secara suka sama suka. Jadi ini memenuhi kriteria HALAL. Sementara pihak-lain yang terlibat adalah unsur tambahan/perantara guna memperlancar proses jual-beli tersebut yang tidak merugikan pihak penjual maupun pihak pembeli. Halalkah??? Halal donk!!! Asalkan aturannya harus jelas, tidak ada paksaan dan tidak ada yang dirugikan, dan ada produk yang bermanfaat.

Apakah ada sejenis affiliate marketing yang haram??? Menurut pengamatan saya ada juga yang Haram. Makanya disini kita musti hati-hati memilih.
MLM maupun Affiliate Marketing bisa jadi haram jika terlalu berlebihan menjalaninya, sampai lupa waktu dan tanggung jawab. Seperti juga facebook, menurut MUI Jawa Timur itu adalah haram. Tentunya haram jika lupa waktu dan tanggungjawab. Tapi jika kita gunakan untuk dakwah dan membina tali silaturahmi pasti halal atuh. Apapun barang HALAL kalau berlebihan mah jadi HARAM, ya gaaak!!!???

Jika Anda sebagai PRODUSEN maka perlu juga melirik potensi Multi Level Marketing maupun Affiliate Marketing untuk memperluas jarinagn pasar guna memperoleh OMSET yang besar.
Jika Anda sebagai KONSUMEN maka perlu juga mengambil manfaat Multi Level Marketing maupun Affiliate Marketing guna memperoleh penghasilan tambahan, mungkin juga penghasilan utama.
Saya tidak akan membahas MLM, karena judul kita sekarang adalah AFFILIATE MARKETING.
Selanjutnya kita akan bahas bersama soal Affiliate Marketing baik sebagai Produsen maupun sebagai Konsumen. Ada kalanya kita berperan sebagai konsumen, tapi bisa jadi suatu saat nanti kita akan berperan sebagai Produsen.

Untuk ilustrasi bagaimana Affiliate marketing, saya ambil contoh pengusaha properti, ini hanya contoh ilustrasi saja.

PT. DSP sebagai produsen rumah tinggal menjual 1000 unit rumah. Harga dasar rumah sudah dihitung, kemudian ditambah biaya promosi dan periklanan, maka diperoleh harga jual rumah. Misalnya biaya promosi dan periklanan sebesar 20 % dari harga jual rumah. Jika seperti saya, Kang Nono, Kang Piet, dll, diberi kesempatan untuk menjadi marketing freelance, misalnya diberi uang komisi sebesar Rp 1 juta rupiah per transaksi satu rumah. Maka orang-orang tersebut termasuk kategori marketing biasa, karena kantor marketingnya tetap saja di kantor PT.DSP di Jalan Cimanggu.

Tapi sekarang coba pada setiap/seluruh pembeli rumah, yang tinggal di rumah yang dibelinya dari PT. DSP, diberi kesempatan untuk memasarkan unit rumah lainnya. Misalnya diberi komisi yang lebih besar yakni Rp 5 juta per transaksi satu rumah lainnya. Maka rumah orang tersebut akan menjadi kantor pemasaran yang baru. Dia akan melakukan promosi dan pemasaran di dalam komplek itu maupun di luar sana. Jika ada yang membeli rumah lainnya atas jasanya maka akan muncul kantor pemasaran baru lainnya di komplek itu. Inilah Viral Marketing. Viral Marketing tersebut terjadi karena secara taktik dilakukannya Affiliate Marketing. Dalam hal ini yang jadi syarat sebagai member Affiliate adalah yang membeli rumah dan tinggal diperumahan tersebut.. Karena dia akan berpromosi ke luar untuk kesuksesan penjualan rumah tersebut, bahasa kasarnya, “gua aja tinggal di situ, pokoknya enak dech tinggal di situ”. Di sini tak ada yang dirugikan, pembeli rumah dapat rumah, produsen rumah dapat pembeli. Komisi Rp 5 juta per rumah itu kan sudah dihitung pada harga jual rumah. Rumah-rumah mereka semuanya akan menjadi kantor pemasaran untuk perumahan tersebut sampai habis 1000 rumah terjual. Tapi tempat transaksi jual beli tetap HARUS di kantor PT.DSP di jalan Cimanggu. Semodel itulah Affiliate Marketing.

Buat pembeli rumah terakhir gak kebagian komisi!!?? Tapi kebagian komplek yang ramai dengan tetangga. Beli rumah itu tidak semata-mata beli rumah juga harus beli lingkungannya. Jadi pembeli terakhir tetap tidak dirugikan. Karena intinya adalah beli rumah, bukan bisnis rumah.

Seperti diposting oleh dade84 pada Rabu 24 Feb 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2352

Baru beberapa bulan kami menghuni Asrama Dewi Sri I, kadang-kadang kejenuhan melanda kami karena rutinitas kegiatan kami sehari-hari : bangun pagi-pagi sebelum shubuh, mandi, sholat shubuh, makan pagi, praktek lapang mulai jam 6 pagi, kembali ke asrama jam 8, mandi lagi – siapkan buku pelajaran hari ini, masuk sekolah jam 9 jalan kaki dari mulai gudang atas, lewat kebun tengah, kandang sapi/domba/kambing, masuk pintu gerbang dekat mang oting mangkal. Lalu menyimak pelajaran di kelas hingga jam 12, balik lagi ke asrama. Kadang-kadang menjelang sore kira-kira jam 2 s.d jam 3 siang praktek lagi membersihkan kandang domba atau sapi.

Waktu-waktu yang kami anggap sebagai waktu luang adalah dari jam 4 sore hingga menjelang maghrib, dalam kurun waktu tsb biasanya kita nongkrong di depan asrama sambil liat-liat barangkali ada cewek manis yang lewat he..he…. Ada juga yang suka lari-lari (olahraga) mengelilingi asrama kalau nggak salah yang rajin teh si Mahfud Effendi (jigana si Mahfud mah teu bosen ngurilingan asrama, ngan anu nempona jadi lieur). Ada juga yang gigitaran sambil nyanyi, kalau yang satu ini jagonya adalah si Doyok – yg ngegitarnya cuma seorang, yang nyanyinya bisa satu asrama (jadi teu puguh dedengean) gaduh sekali. Ada juga yang santai mendengarkan kaset/radio di kamarnya rupanya nggak mau diganggu oleh orang lain.
Menjelang maghrib, mandi, sholat maghrib, makan malam, belajar di kamar sampai menjelang apel jam 10. Begitulah rutinitas kami di Asrama DS 1.

Pada suatu malam pada saat kami sedang belajar di kamar, terdengarlah suara ketukan di pintu lalu kami buka pintunya, rupanya ada seorang teman (berlagak seperti Robin Hood) yang membagikan makanan berupa ‘jagung manis yang sudah direbus’. Wanginya amat menggoda, kalau nggak salah pembagiannya dijatah 1 orang 2 tongkol, karena 1 kamar ada 4 orang maka kami sekamar kebagian 8 tongkol jagung manis rebus dan sudah matang. Tanpa berfikir panjang dan tak perlu bertanya lagi darimana asal jagung tsb, dimakanlah jagung rebus itu, memang manis dan enaak.

Besoknya di sekolah ada bisik-bisik dari teman-teman, katanya Pak Iskandar, Pak Saharuddin, Pak Soedarsono Thomas memberitahukan bahwa ada pencurian jagung di Kebun Atas, namun nggak ada yang lihat siapa pencurinya. Kebetulan jagung yang hilang itu berasal dari kebun yang ditanam oleh para guru dan karyawan yang katanya untuk lomba dan memang akan dipanen beberapa hari lagi.

Aduh …..menyesalnya saya telah memakan jagung manis yang menurut saya ‘tidak manis’. Mohon maaf pak walau kami hanya kebagian makannya saja lewat forum ini kami mohon maaf, kami yakin bapak-bapak guru ikhlas jagung hasil tanamnya dimakan oleh kita tetapi pasti tak setuju dengan caranya….

Seperti diposting oleh hayat pada Senin 31 Maret 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=311

Suami baru pulang dari dinas luar kota, dan Anda mengira anak-anak sudah tidur. Anda pun menganggap, inilah waktunya untuk melampiaskan rasa kangen setelah beberapa minggu tak bertemu. Begitu kangennya, sehingga Anda berdua lupa tidak mengunci pintu. “Permainan” sedang seru-serunya, ketika si sulung yang berusia 7 tahun mendadak masuk ke dalam kamar. Rupanya ia terbangun, dan ingin ikut tidur bersama ayah-ibunya.

Repotnya, Anda berdua tidak menyadari bahwa si sulung sudah berdiri di depan pintu selama… entah berapa detik. Cukup lama bagi si sulung untuk melihat apa yang sedang dilakukan orangtuanya. Reaksi Anda pasti jauh lebih heboh dibandingkan si sulung, yang hanya berdiri bengong. Anda mungkin sedikit shock. Si sulung sedang ceriwis-ceriwisnya, dan Anda khawatir ia akan menceritakan apa yang dilihatnya kepada teman-temannya. Syukur-syukur tidak mengumumkannya saat sedang diminta maju ke depan kelas.

Menurut Louanne Cole Weston, PhD, anggota American Association of Marriage and Family Therapists dan penulis buku Sex Matters, cara Anda mengatasi masalah ini tergantung seberapa banyak informasi yang pernah Anda berikan kepada anak. Jika anak sudah pernah berdiskusi kecil-kecilan mengenai seksualitas bersama orangtuanya, maka reaksinya tidak harus negatif. Hal pertama yang bisa Anda lakukan begitu menyadari kehadiran anak di dalam kamar, adalah tidak menunjukkan reaksi berlebihan. Tetaplah tenang. Bagaimana pun juga, anak belum memahami apa yang sedang dilakukan orangtuanya, bahwa Anda sedang berbagi keintiman secara fisik.

Cobalah untuk meminta anak keluar dari kamar dengan mengalihkan perhatiannya. Bila ia mendapati Anda dalam posisi tertentu, dan ia tidak lagi dalam usia yang mudah ditipu, tenangkan diri Anda. Memisahlah dari suami tanpa terburu-buru, dan lindungi tubuh Anda dengan selimut. Katakan bahwa Anda ingin berbicara dengan anak belakangan, karena ibu sedang ingin bersama ayah sekarang. Anda bisa mengatakan, “Ayah dan ibu sedang ingin bersama-sama, Adek tidur di kamar Adek sendiri dulu, ya. Tolong tutup pintunya.” Apabila anak melihat Anda berdua tidak mengenakan pakaian, Anda bisa mengatakan bahwa Anda sedang kepanasan. Katakan dengan cara seolah-olah tidak ada sesuatu yang aneh sedang terjadi.

Bila anak tidak menanyakan hal tersebut, sebaiknya Anda tak usah menjelaskan apa pun. Namun jika ia bertanya, Anda bisa menanyakannya kembali, apa yang dilihatnya (atau apa yang menurut anggapannya sedang dilihat), lalu jelaskan apa yang terjadi. Anak usia 3 tahun biasanya akan mengira salah satu orangnya sedang terluka (berdasarkan aksi yang dilakukan dan suara yang dihasilkan), sehingga akan lebih baik jika Anda yang menjelaskan padanya apa yang Anda lakukan. Bocah 5 tahun biasanya lebih ingin tahu, dan mencoba melihat sejelas mungkin tanpa sepengetahuan Anda untuk mengetahui apa yang terjadi. Sedangkan anak usia 8 tahun mungkin sudah mulai curiga, dan menganggap aneh mengapa Anda melakukan hal seperti itu. Anak berumur 12 tahun sudah lebih banyak mendapat informasi dari berbagai sumber, dan karenanya merasa jijik melihat pemandangan di depannya, dan segera kabur.

Di pihak orangtua, Anda perlu memahami bahwa anak sebenarnya butuh memproses informasi mengenai seks. Apa pun, dari yang dibicarakan teman-temannya hingga apa yang dilakukan orangtua, secara perlahan-lahan, dan berangsur-angsur. Karena itu, sebaiknya Anda sudah mulai membiasakan untuk menjelaskan hal-hal seputar seks sejak anak masih kecil. Tentu, Anda bisa memberikan informasi yang dapat dipahaminya. Dengan demikian, ketika anak sudah mulai ABG, ia pun sudah lebih mengerti dan dapat menghargai jika kedua orangtuanya sedang menghabiskan waktu bersama.
(sumber : Kompas.com)

Seperti diposting oleh yudi86 pada Rabu 12 Ags 2009
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2093

Setiap orang pasti punya rencana dan cita-cita. Apapun cita-cita Anda, rasanya sah-sah saja. Mau jadi konglomerat, artis terkenal, penyair, diplomat atau jadi presiden sekalipun, boleh-boleh aja. Karena sejauh ini belum ada larangan untuk menentukan cita-cita sesuai keinginan pribadi.

Tapi tunggu dulu! Kalau Anda serius ingin menggapai cita-cita, sebenarnya Anda tidak bisa ’seenaknya’ menentukan cita-cita. Anda nggak bisa asal sebut, “Saya pengin jadi presiden….” sementara Anda sendiri menyadari Anda tidak punya kemampuan jadi presiden sama sekali. Nah, sebelum Anda menetapkan cita-cita, coba simak kiat menentukan cita-cita berikut ini:

* Cita-cita harus ditetapkan berdasarkan keinginan dan minat pribadi. Bukan keinginan orangtua, teman, pacar, saudara atau guru Anda di sekolah. Karena Andalah yang paling tahu apa keinginan, minat, bakat, dan kemampuan Anda. Kalau Anda menetapkan cita-cita hanya menuruti keinginan orang lain, Anda akan menemukan ganjalan di kemudian hari. Ingat, cita-cita itu adalah milik Anda bukan milik orangtua, atau siapapun di luar diri Anda.

* Cita-cita harus bernada positif. Sebagai manusia normal tentu dong Anda menginginkan cita-cita yang baik. Nggak mungkin kan Anda bercita-cita jadi agen mafia, perampok, atau mucikari? Pilihlah cita-cita yang positif yang sesuai dengan minat Anda. Misalnya cita-cita jadi penyiar, penulis, pramugari, bankir, pilot, dan sebagainya.

* Cita-cita hendaknya yang masuk akal. Artinya cita-cita yang Anda tetapkan memungkinkan bagi Anda untuk meraihnya. Jangan asal bercita-cita pengin jadi pilot atau penerbang, padahal Anda sendiri sangat takut akan ketinggian dan tidak memenuhi syarat untuk menjadi pilot. Memang sih, kadang faktor lucky juga ikut berperan tetapi Anda nggak selamanya bisa menunggu keberuntungan dan keajaiban itu datang. So, jangan berharap cita-cita Anda yang tidak masuk akal akan kesampaian.

* Cita-cita harus spesifik, konkret, dan tidak abstrak. Semakin konkret cita-cita Anda, akan semakin baik. “Saya pengin jadi pengusaha”, cita-cita ini masih abstrak. Tetapi jika Anda mengatakan “Saya pengin jadi pengusaha agribisnis” merupakan cita-cita yang lebih konkret.

* Cita-cita harus diraih dengan usaha dan kerja keras. Cita-cita apapun yang Anda inginkan, tanpa usaha dan kerja keras tidak akan pernah terwujud! Ingat, bila Anda sulit mewujudkan cita-cita, bukan berarti Anda gagal, tapi hanya kurang berusaha. Nah, apapun cita-cita Anda raihlah dengan usaha dan kerja keras. Jangan pernah berpikir Anda dapat mencapai cita-cita hanya dengan ‘ongkang-angking’ kaki.

Seperti diposting oleh nono pada Selasa 29 April 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=448

Jangan sering menyediakan Sup Buntut, Gulai Kambing atau Jeroan yang kaya kolesterol di rumah. Manjakan dia dengan sayur bening bayam, sup kacang merah atau tempe tahu goreng.

Ganti cemilan gorengan favoritnya dengan buah2an segar.

Jangan menghidangkan teh atau kopi manis setelah makan, sebaiknya sediakan air putih.

Ganti kopi susu dengan segelas jus buah untuk minuman pagi.

Jika suka masakan manis, selingi pemakaian gula di rumah dengan gula rendah kalori.

Ketimbang pergi ke Mall di akhir pekan, lebih baik ajak dia membakar lemak dengan lari pagi atau jalan santai keliling kompleks, atau…..Bercinta!
Pasti enggak bakal nolak!
:-) :-) :-)

Seperti diposting oleh noviastarini pada Minggu 09 Maret 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=204

Anda pasti pernah dengar kata-kata bijak yang berbunyi, “Jadilah diri sendiri!”. Jika didengar sekilas, kata-kata tersebut seakan tak bermakna. Padahal jika mau menghayatinya, kata-kata tersebut cukup ampuh untuk pembentukan diri yang akan mempengaruhi kelangsungan karir Anda. Menjadi diri sendiri membuat Anda memiliki fondasi kepribadian yang kuat.
Memang, untuk menjadi diri sendiri tidaklah mudah. Ada beberapa faktor yang berperan dalam hal ini. Artinya, ada sejumlah syarat dalam pembentukan diri sendiri. Mau tau kan…?

Jadilah pribadi yang berbeda
Sadarilah bahwa Anda berbeda dengan orang lain, baik secara fisik maupun psikis (kejiwaan). Setiap orang memiliki ciri khas dan karakter masing-masing. Hal ini menyiratkan bahwa di satu sisi Anda memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain tetapi di sisi lain Anda juga mempunyai kekurangan dibanding orang lain. Kesadaran seperti ini akan membantu Anda merasa aman dan nyaman dalam menerima kondisi Anda yang sesungguhnya. Anda tidak merasa risau dengan keberadaan orang lain. Dan hal ini akan membantu menumbuhkan rasa percaya diri Anda.

Kenalilah diri sendiri
Secara fisik Anda tentu telah mengenali diri Anda dengan baik. Misalnya berapa tinggi dan berat tubuh Anda, apa warna rambut dan kulit Anda, atau bagaimana bentuk mata Anda. Anda tentu juga mengetahui secara pasti tempat dan tanggal lahir Anda, dimana tempat tinggal Anda, dan apa pekerjaan Anda. Tetapi hal-hal fisik ini tidak cukup untuk mengenali diri sendiri. Anda dituntut untuk mengenali hal-hal yang bersifat non-fisik seperti bagaimana sifat, watak, kebiasaan, dan kepribadian Anda. Dari hal-hal seperti inilah kualitas diri Anda terbentuk.

Jangan menyesali diri
Setiap orang tak lepas dari kelemahan dan kekurangan. Namun jangan sekalipun menyesalinya. Tak perlu repot membandingkan kekurangan Anda dengan kelebihan orang lain. Toh disamping kekurangan, Anda juga punya potensi lain dan kelebihan. Dan jangan sampai Anda menempuh ‘jalan pintas’ untuk merubah diri Anda. Lebih baik gali kelebihan Anda untuk menutupi kekurangan Anda.

Evaluasi diri
Lakukan evaluasi terhadap diri sendiri untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi terhadap berbagai hambatan maupun hal yang memperlancar kesuksesan Anda. Ini mencakup berbagai aspek baik fisik maupun non fisik. Misalnya bagaimana cara bicara dan berpakaian Anda, bagaimana sifat dan karakter Anda. Jika Anda merasakan kekurangan di satu sisi maka Anda harus berusaha membenahinya. Mintalah bantuan orang lain yang mengenal Anda untuk mengevaluasi diri. Jadi Anda akan mendapatkan penilaian obyektif tentang diri Anda dan hal ini bisa menjadi masukan berharga bagi pengembangan diri.

Hargai diri sendiri
Berpikirlah positif tentang diri Anda. Sekalipun Anda punya kekurangan, Anda tidak boleh menilai buruk dan membenci diri sendiri.
Jika Anda selalu dibayang-bayangi kelemahan Anda, Anda akan kesulitan menerima dan menghargai diri sendiri. Maka Anda harus memulainya dari diri Anda. Jika Anda saja sudah tidak menghargai diri sendiri, bagaimana dengan orang lain?

Percaya diri
Pede atau rasa percaya diri yang Anda miliki bisa menjadi modal dasar dalam menerima diri sendiri. Anda dapat menerima diri Anda sendiri dalam segala suasana dan kondisi apapun. Kepercayaan diri ini memudahkan Anda menjadi diri sendiri. Karena Anda memiliki kebanggaan yang bersifat pribadi terhadap diri. Tapi tentu saja Anda tidak bisa puas hanya dengan rasa pede. Lebih jauh, Anda juga harus terus menggali dan meningkatkan hal-hal yang dapat meningkatkan rasa pede Anda.

Terlepas dari hal-hal di atas, Anda harus didukung oleh sikap dan pemikiran yang realistis. Artinya Anda harus menyadari bahwa Anda tidak mungkin bisa menyamai orang lain, baik fisik, kepandaian, ataupun kesuksesannya. Anda juga bisa mencapai sukses namun bukan kesuksesan seperti yang orang lain capai. Ingatlah, apapun adanya diri Anda, Anda harus menerima dan menghargai diri sebagai pribadi yang memiliki segala kekurangan dan kelebihan. Yang penting, Anda dapat menggali kelebihan Anda sendiri tanpa mencontek kelebihan orang lain. Dengan demikian, Anda akan menjadi pribadi yang kuat dan bersahaja.

Seperti diposting oleh nono pada S
Kamis 06 Mart 2008

Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=196

Jika kita mau tidur, niatkan bangun di tengah malam untuk beribadah dan berdoa pada Allah. Insya Allah ada banyak keistimewaan yang akan kita peroleh. Hal ini sudah banyak terbukti dan saya pribadi juga pernah mengalaminya apa yang disebut dengan “Karunia Illahi” Rasa syukur yang tak lepas dari hati atas semua hidayah, rahmat, barokah dan inayah yang dilimpahkanNya kepada diri yang kecil dari yang terkecil.

Jika kita terbiasa melakukan doa dan ibadah di tengah malam akan sangat terasa sekali betapa kita dekat dengan Sang Pencipta. Pada saat itulah kita memohon ampunan, rizki, dan perlindunganNya. Segala gundah dan gelisah kita curahkan kepada Yang Maha Mendengar dan Mengetahui. Yakinlah setelah itu hati dan perasaan akan tenang, raga dan jiwa terasa segar menyambut datangnya mentari.

Allah berfirman :
Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu (Al Muknin: 60).

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah mudahan Allah mengangkat kamu ke tempat yang terpuji (Al Israa’:79)

Janji Allah itu pasti, maka jika kita berdoa dan memohon magfirah dan rahmat-Nya pada ibadah tengah malam. Insya Allah akan dikabulkan. Amin.
Mari kita berusaha menjalani kehidupan yang seimbang antara Habblumminallah dan habblumminanas.
Dan semoga kita termasuk golongan hamba-Nya yang diridhoi.

Seperti diposting oleh nina solvia pada Sabtu 07 Juni 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=670

(menurut Drs. Sukmana, Bandung)

Dalam berbicara kita mesti hati-hati. Salah bicara bisa celaka. Pedang lukai tubuh masih ada harapan sembuh. Lidah lukai hati ke mana obat hendak dicari. Begitu kira-kira pepatah tentang perlunya kita mengatur tutur kata dalam berbicara dengan orang lain.
Nah, supaya tujuan kita bicara tercapai dan lawan bicara tidak terlukai ada empat hal harus kita perhatikan, yaitu:

• Isinya benar. Sebelum berbicara hendaknya dikaji dan diteliti kebenaran pokok pembicaraan. Dalam mengkaji gunakan akal sehat dan hati nurani bersih. Jangan berbicara hal-hal yang bersifat mempergunjingkan atau memfitnah orang lain. Apabila tidak bisa berbicara hal yang benar, lebih baik diam. Bukankah diam itu emas?

• Ada manfaatnya. Pembicaraan yang kita lakukan haruslah memberi manfaat bagi diri kita sendiri maupun lawan bicara. Hindari bicara yang tidak jelas tujuannya. Kita tidak bisa asal bicara. Sebaliknya, kita mesti bicara dengan penuh hikmah, hemat kata, dan sarat makna.

• Baik cara penyampaiannya. Pokok pembicaraan yang benar dan bermanfaat seyogianya disampaikan dengan cara baik. Cara penyampaian yang baik akan mempermudah lawan bicara memahami isi pembicaraan. Juga akan terhindar dari salah pengertian yang membuat lawan bicara merasa tersinggung.

• Tepat waktu. Pilihlah saat yang tepat bila ingin berbicara dengan seseorang. Dalam hal ini kita perlu melihat suasana hati dan kondisi lawan bicara. Kita perlu tahu waktu yang tepat untuk bicara, harus menunggu, atau diam. Kita perlu menghindari pembicaraan panjang-lebar dengan orang yang sedang marah atau emosi.

Seperti diposting oleh nono pada Senin 03 Mart 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=177

Agar selalu terhindar dari tekanan & stress, setiap individu idealnya memiliki 5 fokus utama dalam hidupnya :

#1 TUHAN. Hal ini tak bisa diganggu gugat. Rajin beribadah saja tak cukup, pahami juga ibadahnya dan jangan asal memenuhi panggilanNya saja. Tingkatkan juga toleransi beragama.
#2 TUJUAN HIDUP. Setiap orang harus punya tujuan dalam hidupnya. Orang yang memiliki tujuan hidup akan punya banyak teman, sahabat, dapat dipercaya dan dihargai. Ia juga lebih terbuka menerima masukan dan kritikan. Hidupnya lebih seimbang dan jauh dari stress.
#3 CITA-CITA . Tentukan cita-cita sedini mungkin. Jangan sampai, ketika sudah besar bingung akan jadi apa, karena tak punya cita-cita. Bagi orang tua, arahkan anak agar punya cita-cita, tapi jangan memaksa!
#4 HOBI. Apa saja hobinya, silahkan lakukan, asal positif.
#5 OLAHRAGA dan MUSIK. Ini penting sekali. Jika musik sudah masuk ke hobi, masukkan unsur olah raga atau sebaliknya.

Seseorang yang memiliki ke lima fokus ini dengan jelas, sedikit kemungkinan ia akan terkena stress. Sebab ia akan lebih ” enjoy” dan santai menjalani hidupnya.

Seperti diposting oleh noviastarini pada Senin 05 Mei 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=473

Sampurasuun … Gong Xi Fat Cai!
Mugya para dulur aya dina jembar karahayuan, amin….

Ketika kuring kelas 6 SD (1982), suka bermain di klenteng Sian Jin Kupoh (Ma Kupoh) di pinggir sungai Citarum - Tanjungpura – Karawang, khususnya pada saat imlek/Cap Go Meh sangat terhibur dengan permainan: barongsai, jalangkungan, maupun peramalan yang akan terjadi pada tahun baru.
Numutkeun cerita fabel tahun ini bertepatan dengan tahun Kerbau tanah negatif alias tahun kedua sebab kalo tahun pertama mah dilambangkan dengan shio Beurit, walaupun urutan shio seharusnya Kerbau duluan karena paling sigap memenuhi panggilan Sang Bodhi tetapi karena kecerdikan tikus yang ikut menunggangi kerbau dan loncat hingga ke pangkuan Sang Bodhi makanya Tikus jadi yang pertama datang.

Kenapa kuring jadi ikut-ikutan tahun Imlek sebab :
1. Saat SD sudah mengakui kalo kita berasal dari Yunan (China Tengah)
2. Saat SMP punya gacoan Ci Mey Lan
3. Saat SPMA suka dapat kue keranjang dari Koh Bun Hau
4. Saat ini relasi banyak olang Tionghoa (tuntutlah ilmu sampai ke China).

Naah berkaitan dengan Tahun Kebo, ada beberapa peramalan sbb :
(believe or no … not problem … pesan dari Abah Nono)

1. Kebo : kekar, item, wibawa
Jika Anda terlahir pada tahun 1949, 1961 atawa klo di SPMA mah masuk tahun 1985 (alias lulus tahun 88 …) maka perwatekannya kalem, suka bekerja keras sehingga di awal tahun ini dulur-dulur kudu bisa mempertahankan posisi di tempat kerjanya juga posisi bidang usaha agar tidak terhempas badai resesi dunia.

2. Kebo : penurut
Biar badan gede dan kekar kalo sudah dicokok hidungnya oleh kang Jati Purnomo mah pasti jadi jinak dan penurut. Makanya setiap lelaki banyak takluk oleh kelembutan perempuan sehingga nanti tanggal 09-04-2009 hasilnya banyak perempuan yang jadi legislater.

3. Kebo Ijo
Hati-hati banyak musuh dalam selimut alias tumbila, dan musti ingat matinya Tunggul Ametung yang ditusuk keris bikinan Mpu Gandring. Nah baiknya mah jadi Ken Arok supaya bisa naik Tahta juga naik Wanita. Sekali lagi hati-hati dengan janji dan pujian dari seorang ambisius alias caleg, capres apalagi presiden BHO !!!

4. Kebo Bule
Klo ini mah setiap 1 Syuro tradisi di Kasunanan Solo mengarak dua buah kerbau (Kyai/Nyai Selamet) keliling kota, bisa dilukiskan klo arak-arakan kampanye mewarnai setiap kota di Brebes (Indonesia) juga maraknya perklenikan untuk mendukung Caleg, Capres, minus Carkim! yang berujung pada gonto-gontokan dan kata Bang haji Rhoma … Berdarah Lagi …

5. Kumpul Kebo
Ini yang paling kusuka walaupun aku bukan artis, makanya segeralah pilih maukah SELINGKUH (SElingan INdah keluarGa Utuh atau SElingan INdah KeluarGa runtUH) Yach usia 40-an identik dengan intrik - karier - kemapanan - spiritual - dll

6. Ngangon Kebo
Back to Nature … kembalilah ke asalmu … dari desa ke desa … membangun desa membangun ekonomi kerakyatan … ini mah musti difikirkan dan diterangkan oleh Kang Prast. Maksud kuring mah peluang usaha di sayuran atawa hortikultura lebih high-profit tinimbang teu usaha kitu.

7. Kebo Ketaton
Bung Karno mengibaratkan kalo rakyat Indonesia disimbolkan dengan Kebo liar alias Banteng, tidak akan mengamuk jika tidak diganggu/dilecehkan/diusik. Dengan kata lain janganlah menindas rakyat dengan segala bentuk pengkhianatan oleh pemimpinnya.

8. Mundinglaya Dikusuma
Berdasarkan hikayat Padjadjaran yang telah diwejangkan Abah Nono di Padepokan Astanagede sbb barangsiapa yang dapat menemukan dan menggunakan pusaka Domas Kudjang maka Dialah yang berhak memimpin Negeri ini, naaacchhh pemimpin itu adalah Mundinglaya Dikusuma alias yang mempunyai wibawa (capability), kesaktian (competency), teruji (Accountable), dan jangan lupa pernah belajar di SPMAN Bogor (maksud kuring Pertanian … gitu lho)

Seperti diposting oleh yayan suryana imajaya pada Minggu 25 Jan 2009
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=1702