colocasia.spmabogor.net

Majalah Dinding Maya SPMA Bogor

Browsing Posts in Humor Khas SPMA

Maskapai Penerbangan kan banyak….ada AIR ASIA, LION AIR, MANDALA AIR, BATAVIA AIR dan AIR2 lainnya……ternyata ini semua merupakan pendatang baru dibandingkan dengan airLine di bawah ini.

Begini ceritanya dan ini terjadi di Denpasar Bali.

Kami sering nongkrong di warung jamu tradisionil di dekat rumah kami.
Pada suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk di warung jamu, sepasang Bule datang ke warung yang tempatnya kelihatan meriah dari jauh. Bule kucel dengan ransel di punggung itu melangkah dengan penuh percaya diri menuju ke halaman warung jamu itu.
Dalam hati saya bangga juga jamu tradisionil kita sudah dikenal di manca negara. Buktinya si Bule pun mau mengunjungi warung jamu di Indonesia.

Makin dekat ke warung langkah si Bule tersebut kelihatan makin ragu ragu…. namun tetap saja mendekati kami…
Setelah dekat, salah seorang bertanya kepada kami dalam Bahasa Inggris dengan wajah agak ragu….
“Do you have a direct flight to Jogja for tomorrow?”
Gantian kami yang saling bengong sambil saling berpandangan penuh tanda tanya. Bukannya kami nggak ngerti Bahasa Inggris lho! Cuman tanya ticket pesawat kok di warung jamu?????

Karena agak lama kami saling berpandangan…tanda bingung, sekali lagi si Bule bertanya,
“AIR MANCUR is a domestic fligh, isn’t it…“

Seperti diposting oleh taufik85 pada Rabu 11 Ags 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2565

Cimul: “Piets, motor urang mati mendadak.”
Piet: “ Kenapa…?”
Cimul: “Kayaknya karburatornya basah..”
Piet: “Gampang…. Cari aja tukang tambal ban.. terus disemprot angin….”
Cimul: “Wah…. Susah Piet”
Piet: “Kunaon kitu…”
Cimul: “Puguh oge motor urang nyemplung di Ciliwung……..”
Piet: “Jadul teh…. Kabawa palid oge syukur…. Aing mah…”

Seperti diposting oleh nono pada Rabu 28 Juli 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2552

Seorang ibu dan anaknya yang berumur 3 tahun sedang menunggu bis di halte, lalu tidak beberapa lama kemudian di jalanan terlihat segerombolan club motor lewat di depannya. Tiba-tiba si anak nyeletuk….
Anak : “Mah pengen motol”
Ibu : “Apa nak…????”

Si ibu agak bingung karena anaknya belum cukup umur untuk dibeliin motor. Tapi Lagi-lagi si anak nyeletuk….
Anak : “Mah atuh mah ade ingin motol.”
Ibu : “Iya nanti kalo udah gede, ntar kalau ade udah sekolah nanti minta sama papa beliin motor yah..”
Anak : “Mamah ade pengen motol sekalang!!!!!”
Ibu : “Nanti sayang kalau udah gede ya, sekarang ade diem yah… malu tuh diliatin orang”
Anak : “Mah cepet mah… ade pengen motol mah, tuh kan jadi aja ade motol di celana…”
Ibu: “Eta mah.. modol……… ade….”

Seperti diposting oleh nono pada Rabu 28 Juli 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2549

Pak Runtah, Pak Bin, Pak Sampah (Sam) dan Pak Rubish janjian mengadakan reuni di sebuah restoran terkenal di Jakarta.
Sambil makan, mereka ngobrol-ngobrol. Pak Rubish pamit utk berkaraoke. Sambil mendengarkan pak Rubish menyanyi, teman-temannya melanjutkan obrolan.

Pak Runtah : “Bagaimana kabar anak-anakmu, Bin?”

Pak Bin : “Oo, baik-baik saja, anakku 2, cowok dan cewek, yang cowok sekarang sudah jadi boss, pabriknya 2, pabrik sepatu dan pabrik mie. Tapi ya gitu…deh, saya yang jadi bapaknya ndak pernah dibelikan apa-apa, eeeh… pas kemarin pacarnya ulang tahun dibelikan BMW 320i gress!”

Pak Sampah : “Lha anakku 3, cowok semua, yang 2 kerja di Amerika, yg bontot sekarang sudah jadi direktur developer rumah. Tapi agak gendeng juga anak saya yang bontot ini. Rumah bapaknya sudah doyong dibiarkan aja, tapi waktu kemarin ini pacarnya ulang tahun dibelikan rumah baru di Kota Wisata Cibubur .. Lha kowe sendiri piye tho Run (Runtah)?”

Pak Runtah : “Anak saya 4, cowok 1, cewek 3. Sekarang udah pada mandiri. Yang paling sukses ya anakku yang cowok! Jadi pialang saham. Cuma ya.. itu, agak nggak bener juga. Lha… saya ini nggak pernah dikasih duit sama sekali, tapi waktu belakangan ini pacarnye ulang tahun, eh…dikasih deposito 500 juta…!!”

Setelah pak Runtah selesai cerita, pak Rubish selesai karaoke, “Lagi cerita tentang apa sih, ini?”

Pak Bin : “Ini lho Rub, pada nyeritain anaknya, gimana anakmu Rub?”

Setelah nyalain rokok, pak Rubish mulai cerita: “Anakku cuma 1 cowok, tapi payah. Aku ingin dia jadi ABRI, ..eeeh malah jadi bencong. Sudah 5 tahun dia buka salon, dari dulu sampai sekarang ya teteeep aja nyalon. Tapi meskipun bencong dia tetep anakku, agak aneh memang kalo dandanan pakaian cewek cuantiknya luar biasa nggak akan ada yang nyangka kalo dia itu cowok. Apalagi dasarnya anakku baik, pergaulannya luas dan sangat sayang sama bapaknya. Setiap dapat rejeki, saya pasti diberi. Kemarin-kemarin ini pas dia ulang tahun, ada temannya yang ngado BMW 320i gress, rumah baru yang keren di Kota Wisata Cibubur itu lho, dan deposito 500 juta… wuih..! Katanya dia bilang semua itu buat bapak saja, dia tetep seneng buka salon saja…”

Pak Runtah, pak Bin, dan pak Sam PINGSAN!

Seperti diposting oleh hayat pada Rabu 19 Mei 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2467

“Hallo Dokter,” kata seorang Ayah lewat telepon di kantornya,”Anak saya menderita Flu burung.”
“Saya tahu, dia sdh 3 hari sakit,” sahut dokter,”Tadi siang saya telah datang ke rumah anda dan memberinya obat. Pisahkanlah dia dari semua orang yg ada di rumah.”
“Tapi, Dokter,” kata ayah yg cemas itu. “Kemarin dia digendong sama pembantu rumah tangga kami.”
“Kasihan, kalau begitu dia juga perlu dikarantina.”
“Tapi, dokter, tadi malam saya juga telah mencium pembantu itu!”
“Wuah….ini sangat rumit, berarti anda juga sudah menyimpan benih penyakit itu…”
“Walah… gimana Dokter, semalam saya tidur dengan istri saya…”
“Celaka!” seru sang dokter. “Kalau begitu saya sudah ketularan, donk!!”

Seperti diposting oleh nono pada Rabu 28 Juli 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2550

Suatu hari kang Nono dapat surat dari ka Albert Bingkasan. Dalam kata pembuka surat itu ka Albert memulai dengan menulis, “Dear Nono Suratno, SP “………dst

Besoknya Kang Nono menghampiri Hayat dan berkata, “Yat….ari D E A R eta gelar akademi naon?”

Seperti diposting oleh solehuddin84 pada Minggu 18 Juli 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2538

Pa Guru: “Barudak… sakali deui Bapa rek ngomong. Sing saha nu HPna disada… mangka manehna kudu kaluar kelas. Satuju…?”
Murid-murid : “Satujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu….”
Teu lila, “Kringg… teretet….” aya sora HP.
Pak Guru (bari curinghak) : “……. HP saha tah disada..??”
Murid: “Eta Pa…… HP Bapa dina lebet tas….”
Pak Guru: “Wah….. mun kitu kalian belajar sendiri ya…….. ”
Murid: “Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…………”

Seperti diposting oleh nono pada Senin 05 Juli 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2525

Suatu hari seorang preman mendekati 4 orang pemuda yang lagi duduk di kedai nasi untuk meminta uang secara paksa.

Lalu sang preman mencoba menggerak mereka, “SIAPA YANG BERANI DI SINI??”
Seorang pemuda berdiri dan berkata, “SAYA BERANI!”
Preman itu menggertak sekali lagi, “AYO! SIAPA LAGI YANG BERANI??!”
Pemuda berikutnya berdiri dan berkata, ”SAYA JUGA BERANI!!”
Preman itu mulai gentar, tapi dia terus menggertak, “SIAPA LAGI??!”
Dua pemuda berikutnya berdiri dan berkata, “KAMI BERANI!”
Preman itu pun ciut nyalinya dan berkata, ”KALAU BEGITU KITA ADALAH 5 ORANG PEMUDA PEMBERANI!!”

Seperti diposting oleh wawan kurniawan pada Selasa 22 Juli 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=845

Pada suatu hari Kang Nono datang menghadiri pameran lukisan di Gedung Kesenian Jakarta. Malamnya, waktu buka forum, eh, kebetulan Piets juga lagi Online. Maka jadilah mereka saling ber-chating ria di kotak shoutMix.

Seperti diposting oleh eko topsecret pada Kamis 06 Mei 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2453

Seorang Guru SD kelas 2 sedang menerangkan soal Matematika, kemudian guru itu menunjuk salah satu muridnya untuk menjawab pertanyaan.

“Amin… coba jawab pertanyaan ibu, kalo ada 5 ekor burung di pagar kemudian seorang pemburu menembak mati salah satu dari burung tersebut, sekarang berapa sisa burung yang ada di pagar?” tanya Bu Guru.
“Abis dong bu…” jawab Amin dengan yakin.
“Salah Min.. coba kamu pikir lagi jawabannya,” bantah Bu Guru.
“Iya bu.. jawabannya abis!” Amin mencoba mempertahankan pendapatnya.
“Ya sudah, tolong kamu jelasin kenapa jawaban kamu begitu!”
“Begini bu.. khan ada 5 ekor burung.. di tembak satu.. terus darahnya kemana-mana khan bu.. trus temen-temennya jadi panik dan pada ngabur.. Jadi burung yang tinggal di pagar itu nggak ada lagi,” jawab Amin.
“Sebenarnya jawaban itu bukan yang ibu minta, jawaban yang benar adalah 4, tapi Ibu suka cara kamu berpikir,” kata Bu Guru.

“Bu guru boleh tanya ga?” teriak Amin.
“Silahkan Amin.. mau tanya apa?” jawab Bu Guru.
“Ada 3 Cewek lagi makan ice cream. Cewek Pertama makan dengan cara jilatin ice creamnya, Cewek Kedua makan dengan cara menggigit ice creamnya, trus Cewek Ketiga makan dengan cara ngemutin tuh ice cream. Pertanyaannya, yang mana diantara 3 Cewek tersebut yang sudah menikah?” tanya Amin.
Ibu guru kaget sejenak tetapi karena tidak mau mengecewakan muridnya, ibu guru menjawab, “Yang sudah menikah adalah Cewek yang ngemut ice creamnya.”
“Salah bu.. yang sudah menikah adalah cewek yang pakai cincin kimpoi. Tapi tidak apa-apa.. saya suka cara ibu berpikir….”

Seperti diposting oleh jochel pada Kamis 10 Juni 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2495