colocasia.spmabogor.net

Majalah Dinding Maya SPMA Bogor

Browsing Posts in Ada-Ada Saja

Jaman sekarang susah cari piaraan,
piara bebek, ilang melulu
piara ayam, mati melulu..
piara burung, terbang melulu…
Piara sapi, penyakitan melulu..
Piara monyet, senyum melulu…

Tapi demi forum sy dukung lah…
Duh… manis sekali senyumnya..

Seperti diposting oleh nono pada Rabu 28 Juli 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2551

Bukan bermaksud menyindir, tapi tercatat ada sembilan tipe pengunjung forum kita. Mungkinkah satu di antaranya cocok dengan tipikal Anda?

1. Penonton
Tahu ada forum tapi enggak punya keinginan buka forum. Atau kalaupun pernah buka forum, tapi gak pernah login, apalagi posting atau kasih komentar. Entah karena gaptek, entah karena gak akrab sama internet, entah karena merasa tidak perlu, entah karena apatis, entah karena belum merasakan enaknya jadi forumania….

2. Pengunjung pameran
Login, liat-liat isi forum, tapi gak pernah posting atau kasih komentar. Persis orang liat pameran: datang, ngisi buku tamu, keliling-keliling, terus pulang….

3. Inisiator
Selalu punya ide untuk posting. Adaaaa aja yang bisa dijadikan bahan postingan. Tulisan atau foto yang diposting selalu mancing komentar dari yang lain-lain. Pokoknya bikin forum jadi lebih forum…. (seperti iklan rokok: bikin hidup jadi lebih hidup….)

4. Suporter Bola
Rajin posting setelah masuk lingkungan forum. Juga rajin kasih komentar. Postingannya sambung menyambung, komentarnya sahut-sahutan. Tapi beberapa bulan kemudian seperti menghilang dari peredaran. Entah karena memang sibuk, entah karena pura-pura sibuk, entah karena bosan, entah karena pindah ke situs sosial lainnya, entah karena menunggu musim kompetisi sepakbola berikutnya….

5. Pengamat politik
Jarang posting tapi selalu serius ngasih komentar. Komentarnya juga pake link ke mana-mana untuk memperkuat argumen. Orangnya – biasanya – emang tidak banyak ngomong waktu sekolah dulu, mungkin karena kebanyakan mikir….

6. Komentator
Sama seperti pengamat politik tapi cenderung lebih banyak ngocol daripada seriusnya. Komentarnya kadang-kadang masih berhubungan dengan apa yang diposting, tapi lebih banyak tidak ada hubungannya, dan sebetulnya juga engak perlu-perlu amat…..

7. Nara sumber
Sering memposting artikel-artikel pengetahuan, baik pengetahuan umum, kisah-kisah inspirasi, atau ulasan agama. Meski hanya memforward dari situs lain, tapi tetap lebih baik daripada tidak bikin apa-apa. Tidak ada salahnya diberi piala, karena secara tidak langsung membagi ilmu dan menambah wawasan.

8. Pemburu rating
Rajin posting (terutama rajin komentar), meski cuma sekedar nimbrung dan gak menambah hal-hal baru, kadang malah nggak nyambung alias OOT (out of topic). Tapi bikin senewen karena ratingnya meroket dengan cepat melewati yang lain….

9. Forumania
Gak siang gak malam, gak panas gak ujan, gak musim duren gak musim hajatan, gak di kantor gak di warnet, pokoknya stay tune terus di forum. Rajin posting, rajin komentar, rajin chating, rajin menyambangi semua thread yang ada, baik yang seangkatan maupun kakak kelas atau adik kelasnya. Nama dan fotonya selalu tampil, gak rutin tapi juga gak pernah absen terlalu lama. Kelompok yang ini kayaknya memang tidak bisa hidup tanpa forum. Gak ada salahnya kalau dikasih hadiah kaos oblong dengan tulisan FORUM FOREVER di dadanya….

Seperti diposting oleh eko topsecret pada Minggu 13 Juni 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2501

(dari milis anitacemerlang@yahoogroups.com)

Ada 14 kepribadian seseorang dilihat dari caranya meng-update status di facebook. Termasuk yang manakah Anda?

1. Manusia Super Update
Kapanpun dan di manapun update status. Statusnya ga panjang2 amat, tapi terlihat bikin risih, karena hal2 yang ga terlalu penting juga dia publikasikan. Contoh :
“Lagi makan di restoran A..”,
“Dalam perjalanan menuju neraka..”,
“Saatnya baca koran..”,
dsb..

2. Manusia Melankolis
Biasanya dia curhat di status. Entah karena ingin banyak diberi komentar dari teman2nya atau hanya sekedar menuangkan unek2nya ke facebook, tapi biasanya orang tipe ini menceritakan kisahnya dan terkadang menanyakan solusi yg terbaik kepada yang lain.
contoh :
“Kamu sakitin aku..lebih baik aku cari yang lain..”
“Cuma kamu yang terbaik buat aku..terima kasih km sudah sayang ama aku selama ini..”

dsb..

3. Manusia Tukang Ngeluh
Ga pagi, ga siang, ga malem, ga dikasih ujan, ga dikasih panas, ga dikasih uang, ga dikasih makan, pokonya semuanya dia keluhkan. Contoh :
“Jakarta maceeet..!! Panas pula..”,
“Aaaargh ujan, padahal baru nyuci mobil..sialan. .!!”,
“Males ngapa2in.. cape hati gara2 si do’ i..”,

dsb..

4. Manusia Sombong
Mungkin beberapa dari mereka ga berniat menyombongkan diri, tapi terkadang orang yang melihatnya, yang notabene tidak bisa seberuntung dia, merasa kalo statusnya itu kelewat sombong, dan malah bikin sebel. Contoh :
“Otw ke Paris ..!!”,
“BMW ku sayang, saatnya kamu mandi..aku mandiin ya sayang..”,

dsb…

5. Manusia Puitis
Dari judulnya udah jelas. Status nya selalu diisi dengan kata2 mutiara, tapi ga jelas apa maksudnya. Bikin kita terharu? Bikin kita sadar atas pesan tersembunyinya? Atau cuma sekedar memancing komentar? Sampai saat ini, tipe orang seperti ini masih dipertanyakan. Contoh :
“Kita masing-masing adalah malaikat bersayap satu. Dan hanya bisa terbang bila saling berpelukan”,
“Mencintai dan dicintai adalah seperti merasakan sinar matahari dari kedua sisi”,
“Jika kau hidup sampai seratus tahun, aku ingin hidup seratus tahun kurang sehari, agar aku tidak pernah hidup tanpamu”,

dsb..

6. Manusia in English
Tipe manusianya bisa seperti apa saja, apakah melankolis, puitis, sombong dan sebagainya. Tapi dia berusaha lebih keren dengan mengatakannya dalam bahasa Inggwis Gicyu Low. Contoh :
“Tie and Chair..”,
“I can tooth, you Pink sun..”

dsb..

7. Manusia Alay
Updatenya gaul2… dan bahasa dewa.. ejaan yang dialaykan. Ada berbagai macam versi, dari tulisannya yang aneh, atau tulisannya biasa aja, hanya saja kosakatanya ga lazim.. Bahasa alien kalii… ato mungkin ada yg fusion. Contoh :
“met moulnin all.. pagiiieh yg cewrah… xixiixi” < < lol~
"DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!!"
"km mugh kog gag pernach ngabwarin aq lagee seech? kmuw maseeh saiangs sama aq gag seech sebenernywa?"
"Ouh mY 9oD..!! kYknY4w c gW k3ReNz 48ee5h d3ch..!!"

(Khusus buat tipe ini, ga usah di baca juga gpp… saya pribadi juga mikir dulu buat nulis ini, walaupun jadinya kurang mirip sama yg aslinya..)

8. Manusia Obsesi…
Ngarep… tp ga kesampaian.. pengen jd artis ga dapat2.. dll.. Contoh :
“duwh… sesi pemotretan lagi! cape…”

9. Manusia Sok Tau.
sotoy tenarnya. Contoh :
“Pemerintah selalu memanjakan rakyatnya.. bla..bla…bla.”…. (padahal ga taw apa yang ditulis..)

10. Bioskop Mania.
Update film yang abis ditonton dan kasih comment. Contoh :
“ICE AGE 3..Recomended! !”,
“Transformers 2 mantab euy..”

11. Manusia pedagang.
Contoh:
“jual sepatu bla bla bla”

12. Manusia penyuluh masyarakat.
Contoh:
“jangan lupa dateng ke TPS, 5 menit utk 5 tahun bla..bla”

13. Tipe Hidden Message
Tipe ini biasanya ga to the point, tapi tentunya punya niat biar orang yg dituju membacanya.. bagus2 kalo baca..kalo ngga? kelamaan nunggu, padahal langsung aja sms ya.. Contoh :
“For you my M***, I can’ t live without you..you are my bla bla bla..”,
“Heh, cewe bajingan..ngapain lo deket2in co gw?! kyk ga laku aja lo..”

< << (padahal ce tersebut ga jadi friend nya..mana bisa baca...:p)

14. Tipe Misterius
Tipe yang biasanya bikin banyak orang bertanya tanya atas apa maksud dari status orang tersebut. Biasanya dalam suatu kalimat membutuhkan Subjek + Predikat + Objek + Keterangan.. Tapi orang tipe ini mungkin hanya mengambil beberapa atau malah hanya 1 saja. Dan pastinya mengundang kontroversi. Contoh :
“Sudahlah..”
“Telah berakhir..”
< << (apanya??)
“Termenung.. .”< <<(bodo amat!)

Seperti diposting oleh eko topsecret pada Rabu 09 Juni 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2492

….(dinukil dari: wolipop.com / oleh: Amelia Ayu Kinanti)…

Siapa bilang pria selalu bahagia di depan wanita cantik? Sebuah penelitian membuktikan, kecantikan wanita justru memicu stress pada pria.

Penelitian itu dilakukan terhadap ratusan pria di Spanyol. Cara penelitian dilakukan cukup unik. Para pria itu diberikan sebuah puzzle dan diminta menyelesaikan dalam satu ruangan. Di dalam ruangan itu ada satu pria asing dan seorang wanita yang cantik yang mengaku sebagai peneliti.

Dalam beberapa menit, sang pria yang mengaku peneliti sengaja keluar ruangan dan meninggalkan objek penelitian berdua saja dengan wanita cantik tersebut.

Dari hasil pengamatan terbukti bahwa tingkat stress pria setelah ditinggal berdua saja dengan wanita cantik menjadi meningkat. Produksi keringatnya bertambah, wajahnya seringkali tertunduk malu, serta pipinya seringkali merona.

Keadaan tersebut membuat konsentrasi para pria terpecah, sehingga mereka pun sulit menyelesaikan puzzlenya. Para peneliti juga menemukan sebuah hormon bernama cortisol yang biasa muncul dalam keadaan stres.

Stress pria muncul karena rasa tidak percaya diri dan perasaan kurang menarik di depan wanita cantik tersebut. Stress para pria mereda setelah wanita cantik itu meninggalkan ruangan.

Seperti diposting oleh piets sofyatudin pada Jumat 18 Juni 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2503

Bahasa Gaul merupakan bahasa anak-anak remaja gaul yang biasa digunakan sebagai bahasa sandi. Bahasa ini mulai dikenal dan digunakan sekitar tahun 1970. Awalnya bahasa ini dikenal sebagai “bahasanya anak jalanan / bahasa preman” karena biasanya digunakan oleh para Prokem (sebutan untuk para preman) sebagai kata sandi yang hanya dimengerti oleh kelompok mereka sendiri. Belakangan bahasa ini menjadi populer dan banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Selain karena sering digunakan oleh para remaja untuk menyampaikan suatu hal secara rahasia (tanpa diketahui guru dan orang tua mereka), juga banyaknya media (televisi, radio, film, majalah, dan lain-lain) yang menggunakan kata-kata itu, sehingga bahasa gaul menjadi sangat populer.

Bahasa Gaul atau Bahasa Prokem terus berkembang dari masa ke masa. Ada sebagian kata yang diperkenalkan sejak tahun 1970an dan hingga kini masih sering dipakai. Namun tidak sedikit kata-kata itu sudah tidak dikenal lagi dan berganti dengan istilah lain yang lebih “funky”. Kata-kata tersebut biasanya merupakan bahasa daerah yang dipelintir atau dipelesetkan artinya. Ada juga kata yang posisi konsonan dan vokalnya diubah sedemikian rupa, menimbulkan bunyi baru yang cukup unik dan lucu kalo didengar.

1. ALAY :
Singkatan dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. Alay sering diidentikkan dengan hal-hal yang norak dan narsis.

2. KOOL :
Sekilas cara membacanya sama dengan “cool” (keren), padahal kata ini merupakan singkatan dari KOalitas Orang Lowclass, yang artinya mirip dengan Alay.

3. LEBAY :
Merupakan hiperbol dan singkatan dari kata “berlebihan”. Kata ini populer di tahun 2006an. Kalo tidak salah Ruben Onsu atau Olga yang mempopulerkan kata ini di berbagai kesempatan di acara-acara di televisi yg mereka bawakan, dan biasanya digunakan untuk “mencela” orang yang berpenampilan norak.

4. JAYUS :
Saya tadinya mengira kata ini merupakan singkatan, namun setelah saya telusuri, ternyata bukan. Arti sebenarnya adalah lawakan atau tingkah laku yang maunya melucu tapi tidak lucu.
Istilah Jayus populer di tahun 90an dan masih sesekali digunakan di masa kini. Dari cerita mulut ke mulut, konon ada seorang anak di daerah Kemang bernama Herman Setiabudhi yang kerap dipanggil Jayus oleh teman2nya. Jayus sendiri adalah nama ayah dari Herman (lengkapnya Jayus Kelana) yang seorang pelukis di kawasan Blok M. Herman alias Jayus terkenal sebagai anak yang sering melawak tapi lawakannya kerap kali tidak lucu.

5. GARING :
Kata ini merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “tidak lucu”. Awalnya kata-kata ini hanya digunakan di Jawa Barat saja. Namun karena banyaknya mahasiswa luar pulau yang kuliah di Jawa Barat (Bandung) lalu kembali ke kota kelahiran mereka, kata ini kemudian dipakai mereka dalam beberapa kesempatan. Karena seringnya digunakan dalam pembicaraan, akhirnya kata ini pun menjadi populer di beberapa kota besar di luar Jawa Barat.

6. GANDENG :
Kata ini pun merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “berisik”. Sama seperti garing, kata ini dibawa dan dipakai oleh para mahasiswa luar Jawa Barat yang sempat kuliah di tanah Parahyangan itu, yang pada akhirnya membuat kata ini menjadi terkenal dan beberapa kesempatan dipakai.

7. BEGICHU / BEGICYU :
Biasanya kata ini disebutkan dengan penekanan di bagian belakang (yaitu memonyongkan bibir). Kata ini sendiri digunakan secara tidak sengaja oleh seorang anak kecil bernama Saipuddin, 3 tahun, asal Madura. Kata ini kemudian banyak dipopulerkan oleh artis. Salah satunya adalah Titi DJ.

8. MENEKETEHE :

Kata ini sebenarnya berasal dari kata “Mana Kutahu” dan diplesetkan oleh Tora Sudiro sekitar awal tahun 2000an, di acara Extravaganza TransTV. Istilah itu cukup populer dan saat ini cukup sering digunakan orang.

9. CING :
Saya mensinyalir kata ini sudah sering digunakan sejak tahun 1970an. Hal ini saya ketahui saat menonton film Si Pitung Banteng Betawi yang dibintangi oleh (alm) Dicky Zulkarnaen. Belakangan, di tahun 90an, kata ini mulai sering digunakan orang lagi, terutama setelah sering digunakan Debby Sahertian di sitkom Lenong Rumpi. Kata “cing” biasa digunakan sebagai sapaan untuk teman dekat. Misalnya, “Mau ke mana, Cing?”

10. EMBER :
Kata ini merupakan plesetan dari kata “Memang Begitu”. Pertama kali dipopulerkan oleh Titi DJ yang secara tidak sengaja menyebut kata ini saat menjawab pertanyaan orang. Sejak itu, kata ini sering digunakan di berbagai kesempatan.

11. YIUK….!! :
Kata yang merupakan bentuk ajakan ini dipopulerkan oleh Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan (anggota grup GSP). Kata ini sempat populer di awal tahun 90an dan sering digunakan oleh Lenong Rumpi. Di awal tahun 2000an, kata ini kembali populer sejak digunakan oleh Indra Birowo dan Tora Sudiro di acara Exravaganza. Karena sering digunakan saat mereka berperan sebagai bencong, maka kata ini identik dengan panggilan kaum waria / bencong.

12. BONYOK :
Kata ini merupakan singkatan dari Bokap-Nyokap (orang tua). Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini, tapi kata ini mulai sering digunakan diperiode awal 2000an, ketika bahasa sms mulai populer di kalangan remaja.
Bokap (Ayah) dan Nyokap (Ibu) sendiri merupakan istilah yang telah populer sejak tahun 80an dan masih digunakan hingga hari ini.

13. BISPAK :
Merupakan singkatan dari kata “Bisa Pakai”. Kata ini mulai populer di pertengahan 90an, dan biasanya digunakan sebagai kode rahasia untuk menyebutkan wanita / pria yang bisa “dipakai” (baca : ditiduri), tapi mereka sendiri tidak mau disebut PSK (Pekerja Seks Komersial), karena seringkali mereka melakukan hal itu “just for fun”.Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini tapi dari penelusuran saya, kata ini sudah akrab dan sering digunakan oleh para Eksmud (Eksekutif Muda) Jakarta sekitar tahun 96an.

14. AKIKA :
Merupakan sandi untuk mengatakan “Saya”. Kata ini pertama kali dipopulerkan oleh kaum waria di tahun 90an, yang dibakukan oleh Debby Sahertian dalam buku Kamus Gaul yang dibuatnya.

jpg

15. SUTRALAH :
Merupakan pemanjangan dan plesetan dari kata “Sudahlah”. Kata ini juga dipopulerkan oleh kaum waria dan mulai populer di tahun 90an akhir.

16. SEMOK :
Berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Montok”. Kata ini belakangan sering digunakan orang untuk menggambarkan wanita yang cantik dan seksi.

17. LOL :
Kata ini belakangan ini sering dipakai, terutama dalam komunikasi chatting, baik di YM, FB, Twitter, atau pun komunitas yang lain. Kata itu merupakan singkatan dari Laugh Out Loud yang berarti “Tertawa Terbahak-bahak”.

18. CENGLI :
Merupakan kata dari bahasa Hokkian yang berarti “Bertindak Adil”. Kata ini memang lazim digunakan oleh masyarakat perantauan Tionghua dari suku Hokkia. Karena sering digunakan dalam percakapan bisnis, maka lama-kelamaan menjadi kata umum yang digunakan dalam kegiatan sehari2.

19. WIL dan PIL :
Merupakan singkatan dari Wanita Idaman Lain dan Pria Idaman Lain. Tidak jelas siapa yang mempopulerkan istilah ini, namun saya menemukan kata-kata ini sering digunakan dalam penulisan di majalah2 di era awal 2000an. Kedua kata itu biasa digunakan untuk menjelaskan wanita atau pria simpanan / selingkuhan.

20. AJIB :

Artinya Enak, Asyik, atau Klabing. Kata ini mulai populer di tahun 90an tatkala musik trance dan narkoba jenis shabu2 baru mulai populer. Kata ini biasanya digunakan oleh para penikmat kedua hal itu. Istilah ini diambil dari suara hentakan tempo musik trance yang kalo didengar dengar teliti memang terdengar seperti “Ajib, ajib…. ajib, ajib….”.

21. ANJELO :
Merupakan singkatan dari Antar Jemput Lonte. Dari informasi yang saya peroleh, kata ini pertama kali digunakan sekitar tahun 2000an di daerah sekitar Bogor untuk menyebut Tukang Ojek yang menjadi langganan para penjaja cinta di sana.

22. JABLAY :
Kata ini dipopulerkan oleh Titi Kamal saat menyanyikan lagu berjudul sama dalam film Mendadak Dangdut (2006). Merupakan singkatan Jarang Dibelai yang mengandung arti lebih jauh sebagai ungkapan hati seorang wanita yang jarang mendapatkan belaian kasih sayang kekasihnya.

23. GETHO LOH..:
Kata ini berarti “Demikian / Begitu”, yang merupakan penekanan dari sebuah penjelasan yang disampaikan oleh sang pembicara. Kata ini cukup terkenal di tahun 2007, karena sering digunakan oleh para penyiar radio (terutama radio anak muda) setiap kali selesai menjelaskan sesuatu. Kata ini makin populer manakala sering digunakan dalam berbagai percakapan yang bernada jenaka (sekaligus norak) di berbagai acara televisi.

24. BELAH DUREN :
Berasal dari istilah yang digunakan dalam lagu dangdut berjudul sama yang dinyanyikan oleh Julia Perez, kata “Belah Duren” merupakan istilah yang ditujukan buat para pengantin muda yang menikmati malam pertama. Belakangan kata ini mengandung makna ajakan untuk melakukan ML (Making love).

25. SECARA :
Kata ini sebenarnya adalah bahasa Indonesia, yang bermakna “Adalah”. Namun kata ini menjadi populer di tahun 2006an di kalangan siswa-siswi SMU yang menggunakan kata ini sebagai kata ganti “Karena / Soalnya”. Sesekali pula digunakan sebagai sisipan tanpa makna (hanya sebagai penekanan pada kalimat yang mereka katakan). Contoh pemakaiannya :
a. Gua gak bisa ke rumah lo neh hari ini, secara bokap gue lagi sakit.
b. Ya… gimana dong? Secara gue ini kan gaul…

26. SEGEDE GAMBRENG :
Kata “gambreng” berasal dari suitan anak-anak (hompimpah alaihum gambreng), yang menunjukkan siapa yang menang dalam suitan tersebut. Belakangan, sekitar tahun 2007an, kata ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang besar sekali (dan sulit diungkapkan dengan kata-kata).

27. SEGEDE GOBLOK :
Mirip dengan ungkapan “Segede Gambreng”, kata “Segede Goblok” menunjukkan sesuatu yang besarnya luar biasa dan - sakin besarnya - jadi ga masuk akal. Gak jelas siapa yg mempopulerkan kata ini, tapi diduga kata ini pernah diucapkan oleh beberapa MC di televisi (entah Indra Bekti, Iva Gunawan, atau Ruben Onsu)

28. JUTEK :
Berasal dari kata yang sering digunakan oleh para PSK di awal tahun 2000an untuk menggambarkan pria yang sombong dan jarang tersenyum. Kata ini akhirnya menjadi kata umum yang digunakan untuk melukiskan orang yang menyebalkan, judes, galak, emosian, dan sombong.

29. BT / BETE :
Merupakan singkatan dari Boring Total. Tadinya orang menduga kata ini dipopulerkan oleh Dwiq saat merilis lagu “Bete” sekitar tahun 2008. Padahal kata ini sudah lama digunakan oleh para mahasiswa yang bosan dengan program perkuliahan mereka. Kata ini mulai populer dan digunakan di awal tahun 2000an.

30. KAMSUD :
Merupakan pembalikan konsonan kata “Maksud”. Kata ini mulai populer, terutama di kalangan para cewek di ruang chatting dunia maya.

31. KATROK :
Orang kampung / orang desa. Kata ini dipopulerkan oleh Tukul Arwana saat membawakan acara Empat Mata sekitar tahun 2007an (kini berubah menjadi acara Bukan Empat Mata). Kata ini kemudian menjadi bahasa umum untuk menggambarkan orang yang kampungan / norak banget.

32. PRIKITIU :
Adalah celutukan yang ditujukan pada pasangan yang tertangkap basah melakukan perselingkuhan. Adalah Sule, seorang komedian lokal, yang melontarkan celutukan nakal yang kini menjadi bahasa pergaulan itu.

33. CUMI :
Merupakan singkatan yang mengandung banyak arti (tergantung CUMI yang dipakai adalah singkatan dari apa). Awalnya kata ini dipopulerkan oleh sebuah produk kartu telpon seluler di tahun 2008an, yang akhirnya berkembang menjadi bahasa gaul anak-anak remaja untuk menjelaskan kondisinya saat ini, seperti CUma MIkir, CUma MIScal, CUma MIrip, CUma MInjam, CUkup MIris, dan lain-lain.

34. KRIK :
Adalah suara jankrik. Istilah ini biasaya digunakan dalam pembicaraan di dunia maya, untuk menggambarkan kondisi yang sangat garing / tidak lucu. Kata ini berasal dari adegan film-film kartun yang sering menampilkan suasana hening - dengan latar belakang suara jengkrik - mana kala seseorang bercanda namun tidak lucu. Pemakaiannya cukup sederhana, yaitu saat menanggapi komentar / ucapan seseorang, penulis tinggal menulis kata “Krik” berulang-ulang, menandakan bahwa penulis menganggap ucapan orang itu gak lucu banget.

35. GAYUS :
Merupakan sebutan sindiran untuk orang yang gila uang dan berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara yang tidak halal. Ungkapan ini populer di awal tahun 2010 setelah seorang pejabat pajak negara bernama Gayus diciduk polisi lantaran ketahuan menilap uang negara sebesar Rp 67 milyar.

36. MOGE :
Awalnya kata ini merupakan singkatan dari Motor Gede dan dipopulerkan oleh kelompok penyuka motor gede tahun 2008 silam. Namun belakangan, kata itu diplesetkan banyak orang menjadi Motor Gelo yang ditujukan pada orang-orag norak yang suka bikin rusuh, mau menang sendiri, dan bikin muak banyak orang.

37. NI YEE… :
Merupakan ungkapan yang dipopuerkan oleh pelawak (alm) Diran di tahn 1985an, yang kemudian sering digunakan oleh para artis seperti Euis Darliah dan Jaja Miharja. Kata ini sempat populer kembali sekitar medio 1990-1999. Saat ini masih dipakai, walau tidak seintens dulu.

38. BONEK :
Singkatan dari kata Bondo Nekat yang berarti orang nekat yang gak bermodal apapun selain kemauan. Kata ini dipopulerkan oleh suporter Tim Sepakbola Persebaya - Surabaya di tahun 90an dan menjadi sebutan “kebanggaan” mereka. Saat ini, kata ini juga digunakan untuk orang-orang nekat yang gak kenal rasa takut.

39. GUE :
Adalah bahasa “resmi” yang kini banyak digunakan oleh kebanyakan orang (terutama orang dari Suku Betawi) untuk menyebut “Saya / Aku”. Kata ini merupakan bahasa Betawi yang telah digunakan secara luas, jauh sebelum bahasa prokem dikenal orang.

40. LO / LU :
Sama seperti “Gue” kata ini pun sudah digunakan digunakan oleh Suku Betawi sejak bertahun-tahun lalu dan menjadi kata untuk menyebut “Anda / Kamu”.

Seperti diposting oleh jochel pada Kamis 10 Juni 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2494

INDONESIA memang negeri yang amat lucu. Coba bayangkan : Gayus Tambunan, pegawai negeri golongan IIIA di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemenkeu), yang baru bekerja selama 10 tahun, ternyata memiliki simpanan uang Rp28 miliar di rekeningnya.

Gaji dan honor Gayus Rp 12,1 juta. Uang Rp28 miliar di rekening Gayus sama dengan gajinya untuk bekerja selama 192,8 tahun! Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, orang nomor satu di negeri ini, kekayaan yang dilaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelang Pilpres 2009 hanya Rp7 miliar! Kekayaan Gayus Tambunan memang sungguh mencengangkan. Betapa tidak, penulis saja yang sudah menjadi pegawai negeri sipil selama 26 tahun dengan posisi sebagai profesor riset sejak 2006 dengan pangkat tertinggi pegawai negeri sipil pembina utama golongan IV/e hanya bergaji Rp5 juta per bulan dan memiliki kekayaan ratusan juta rupiah saja. Alangkah Lucunya (negeri ini), judul film yang diputar perdana Senin malam (12/4) di Bioskop KC 21, Planet Hollywood, Jakarta. Judul itu amat mengilhami penulis dalam membuat lead artikel ini.

Kelucuan bukan saja pada jumlah uang yang dimiliki Gayus, melainkan juga pada mengapa kasus ini baru terungkap setelah Komjen Pol Susno Duadji, mantan Kabareskrim Mabes Polri, mengungkap adanya makelar kasus perpajakan di tubuh Polri? Kita semua tahu, persoalan korupsi di tubuh Direktorat Jenderal Pajak sudah lama tercium. Namun, mengapa baru sekarang terungkap? Gayus hanyalah pion kecil dari kasus ini. Bukan mustahil ada juga Gayus-Gayus lain di institusi tersebut yang “terpaksa”melakukan korupsi terkait “budaya kerja” di institusi itu. Bukan mustahil Gayus melakukan itu karena atasannya menekan. Jika ia tidak melakukannya, bukan mustahil ia akan dipindahkan ke daerah yang jauh dari keramaian.

Tak aneh jika Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengambil langkah untuk membebastugaskan 10 pemimpin Gayus di Direktorat Keberatan dan Banding Ditjen Pajak. Ungkapan Susno Duadji bahwa kasus itu dapat diungkap hanya dalam tiga hari amat masuk akal karena semuanya sudah amat transparan. Persoalannya, apakah masalah korupsi ini akan diungkap sampai ke akar-akarnya atau hanya akan berhenti pada Gayus beserta 10 atasannya dan perwira menengah serta perwira tinggi Polri yang diduga terlibat dalam kasus ini?

Budaya Instan

Seluk-beluk korupsi yang dilakukan Gayus terkait dengan “budaya instan” yang melanda sebagian pegawai negeri sipil serta pegawai di instansi pemerintah lain yang ingin cepat kaya. Lantaran kemiskinan yang mereka derita selama ini, tidak sedikit generasi muda pegawai negeri sipil yang terjangkit penyakit “ingin cepat kaya” dengan cara apa pun. Jika itu mereka lakukan melalui cara-cara halal seperti berbisnis atau melipatgandakan uang melalui reksa dana, hal itu merupakan suatu yang wajar walau tidak mungkin dalam 10 tahun seorang pegawai negeri bisa memiliki kekayaan Rp28 miliar.

Alih-alih mereka berusaha meningkatkan kualitas diri dan mengikuti jalur tingkatan jabatan melalui pendidikan dan pengalaman kerja, pegawai negeri sipil semacam Gayus justru melihat kesempatan emas menjadi kaya karena posisinya yang strategis di Direktorat Keberatan dan Banding Ditjen Pajak. Penulis pernah kagum kepada mereka yang bekerja di direktorat tersebut karena secara berapi-api mereka amat pro pada wajib pajak yang katanya terlalu besar membayar pajaknya kepada negara. Kini penulis baru terbuka matanya, bahwa apa yang mereka lakukan tidak semuanya bersifat “altruism” (tanpa pamrih), melainkan “ada udang di balik batu”.

Yang terungkap pada kasus Gayus mungkin hanyalah puncak gunung es. Masih banyak lagi “Gayus-Gayus lain”yang mungkin korupsinya lebih besar atau lebih kecil.Tak aneh bila kasus ini menjadi guyonan pula di antara teman-teman penulis dengan kalimat: “Kalau orang gak suka bergaul namanya gak gaul. Kalau orang yang sudah lama kerja tapi gak kaya-kaya seperti kamu dan aku, namanya gak Gayus!” Alangkah baiknya jika persoalan korupsi di Ditjen Pajak ini bukan melulu dilihat dari kacamata remunerasi akibat dari reformasi birokrasi di pemerintahan, melainkan juga dari sisi psikologi orang yang bekerja di direktorat tersebut. Selain persoalan “budaya instan” tersebut, ada pula budaya “solider” dalam artian yang negatif.

Maksudnya, mereka melakukan itu karena rasa solidaritas sesama pegawai yang kemudian dibagi-bagi kepada sesamanya atau di direktorat lain yang “kering” atau mereka takut dikucilkan oleh temantemannya karena dianggap tidak solider dan “sok suci”. Negeri ini memang lucu, orang yang suci dan ingin berbuat kebajikan untuk negara kadang justru diasingkan oleh lingkungannya. Penulis yakin tidak sedikit dari mereka yang bekerja di Ditjen Pajak adalah orang-orang yang jujur. Namun nasib mereka justru tidak sebaik orang seperti Gayus, baik dari segi ekonomi, posisi jabatan maupun wilayah kerja. Gayus yang sudah tertangkap basah karena diduga melakukan korupsi dapat saja menjadi pahlawan dalam artian positif. Ia dapat saja membuka segala ketidakberesan yang terjadi di lingkungan tempatnya bekerja demi membersihkan bekas institusinya. Memang dia akan dianggap tidak solider oleh kawan atau atasannya.

Namun hanya dengan itu dia akan mendapatkan keringanan hukuman jika di dalam pengadilan baru nantinya ia terbukti bersalah melakukan korupsi. Meski namanya sempat tercemar, bagi Gayus jika ia insyaf dan ingin menjalani kehidupan baru dengan batin yang tenang, berlaku pemeo “lebih terhormat menjadi mantan koruptor yang sadar akan kesalahannya dan berubah menjadi orang yang baik ketimbang menjadi mantan orang baik-baik yang terjerumus menjadi koruptor”!

IKRAR NUSA BHAKTI, Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI
Seputar Indonesia, 13 April 2010, sumber : http://www.lipi.go.id

Seperti diposting oleh hayat pada Rabu 14 April 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2423

Suatu saat Kang Cimul, Kang Nono dan Kang Hayat, mereka ingin membuat acara kambing guling…. setelah mencari tau harga kambing ternyata harganya Rp 750.000…. berarti mereka masing-masing harus mengeluarkan uang sebesar Rp 250.000…
Saat mereka ke tukang kambing…ternyata masih bisa ditawar menjadi Rp 700.000, berarti sisa Rp 50.000.

Dari Rp 50.000, dibelikan bumbu untuk kambing guling sebesar Rp 20.000, sisa uang menjadi Rp 30.000 yang kemudian di kembalikan ke masing-masing Rp 10.000.
karena dikembalikan Rp 10.000 berarti masing-masing mengeluarkan uang menjadi Rp 240.000

Sekarang yang menjadi pertanyaan, jika masing-masing mengeluarkan Rp 240.000 dikali 3 hasilnya Rp 720.000 dan ditambah biaya bumbu Rp 20.000 Totalnya menjadi Rp 740.000………
padahal awalnya terkumpul uang Rp 750.000 hasil dari Rp 250.000 dikali 3.

Kang Cimul bingung, sekarang kemana uang Rp. 10.000 sisanya? Padahal kan cukup untuk beli rokok buat nemenin manggangnya…

Seperti diposting oleh jochel pada Kamis 18 Feb 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2345

Dan dijawab oleh Dade dengan :

Saya pernah juga mau coba ditipu dengan cara ngitung seperti itu. Orang tersebut beberapa kali berhasil menipu orang lain dengan cara itu. Tapi saya bilang jangan nipu saya dengan cara seperti itu, saya ini ahli matematika, Aljabar, red.

hukum komutatif:
a+b harus sama dengan b+a, jika tidak sama berarti ada yang salah.

“Harga kambing 700ribu + harga bumbu 20rb pasti sama dengan 240rb + 240rb + 240rb yaitu 720rb” saya bilang begitu.

Tapi orang itu ngotot …. kemana yang sepuluh rebu?
Jawab saya : “Palalu peang …. harga kambing itu bukan 720rb tapi 700rb. Yang 20rb itu buat beli bumbu, jadi total pengeluaran duit 720rb ditambah sisa duit 30rb jadi jumlahnya kembali ke asal yaitu 250rb. Bukan 240rb….”

….dari tetangga sebelah….

Apakah kejadiannya akan seperti ini, kalau sistem database dan informasi yang transparan sudah mengatur kehidupan manusia? Rekaman Percakapan telepon pemesanan Pizza tahun 2020 dengan seorang konsumen.

Operator : Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Hot, apakah yang bisa saya bantu?
Konsumen : Heloo, saya mau pesan pizza.
Operator : Boleh minta nomor kartu KTP anda pak?
Konsumen : Tunggu, ini nih: 6102049998-45-54610.
Operator : Ok pak Bejo, anda tinggal di jalan hangtuah no. 16, nomor telepon rumah anda 02177726378, kantor anda 021665872673 Hp anda 081127894022, anda menelpon dari mana?
Konsumen : Dari wartel, eh dari mana kamu tahu semua no telp saya?
Operator : Oh, kami terhubung ke database pusat pak
Konsumen : Apakah saya bisa memesan Seafood Pizza?
Operator : Itu bukan ide yang bagus pak.
Konsumen : Kenapa?
Operator : Dari medical record bapak, bapak memiliki tekanan darah tinggi dan kolestrol yang sudah berlebihan.
Konsumen : Jadi kamu merekomendasikan apa?
Operator : Mungkin bapak bisa memesan Low Fat Hokkien Mee Pizza.
Konsumen : Dari mana kamu tahu kalo saya bakal suka itu?
Operator : Hmmm minggu lalu bapak baru meminjam buku yang berjudul ‘Popular Hokkien Dishes’ dari perpustakaan nasional.
Konsumen : Ok terserah lah, sekalian saya pesan paket keluarga, berapa semuanya?
Operator : Tapi paket keluarga kami tidak akan cukup untuk anak anda yang berjumlah 7 orang pak, total keseluruhan adalah Rp. 190.000.
Konsumen : Bisa saya bayar dengan Kartu Kredit?
Operator : Sepertinya bapak harus membayar Cash, kartu kredit anda telah over limit, dan anda punya utang di bank sebesar Rp. 5.350.000 sejak bulan Agustus lalu, itu belum termasuk denda untuk tunggakan kontrak rumah anda dan kendaraan bermotor.
Konsumen : Ooh ya sudah, nanti saya ke ATM aja untuk narik duit sebelum orang mu datang nganter Pizza.
Operator : Mungkin nggak bisa juga pak, record anda menunjukkan bahwa batas anda menarik uang di ATM telah tercapai.
Konsumen : Busyet. Udah lah anterin aja pizzanya kesini, saya akan bayar cash di sini, berapa lama Pizza diantar?
Operator : Sekitar 45 menit pak, tapi kalo bapak tdk bisa menunggu, bapak bisa mengambilnya sendiri dengan motor bebek bapak yang sudah butut.
Konsumen : APA ????!!!
Operator : Menurut catatan kami, anda memiliki motor bebek tahun 2000 dengan no pol B3344CD betul kan pak?
Konsumen : Sialan luh, kagak sopan banget seh buka-buka record gue, blom pernah ngerasain ditonjok ya!!
Operator : Hati-hati dengan ucapan bapak, apakah bapak ingat 15 Mei 2010 anda pernah di penjara 3 bulan karena mengucapkan kata kotor kepada seorang polisi??
Konsumen : (Diamm, bingung, pusing 700 keliling!!!)
Operator : Ada yang lain pak?
Konsumen : Tidak ada. Eh tapi kalo pesan paket keluarga kan ada gratis coca cola 3 cup kan?
Operator : Betul pak, tapi menurut catatan kami anda juga mengidap DIABETES, jadi kami tidak mau mengambil resiko Anda..
Konsumen : Siallaaannnnn. BATALIN AJA SEMUA!
Operator : Terima kasih atas teleponnya pak, untuk komplain, saran dan kritik anda bisa mengisi form online pada situs kami, username dan passwordnya tercetak pada bagian bawah kotak pizza yang anda pesan. terima kasih anda telah mengubungi Pizza Hot.

Seperti diposting oleh hayat pada Jumat 16 April 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2426

KEPANJANGAN KB tergantung dari situasinya:

1. Kalau 5 tahun kawin, langsung punya 4 anak, berarti KB = KUMPUL BOCAH.

2. Kalau 5 tahun kawin, anak cuma satu, berarti KB = KURANG BERGAIRAH.

3. Kalau sudah 5 tahun kawin, belum punya anak, berarti KB = KURANG BISA.

4. Kalau 5 tahun pacaran belum juga kawin, berarti KB = KAGAK BERANI.

5. Kalo kagak punya pacar dan ga kawin2, berarti KB = Kayaknya Bencong deh….

Seperti diposting oleh nono pada Rabu 07 April 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2414

SENYUM pada orang tua tanda sayang…..

Senyum pada anak-anak tanda kasih

Senyum pada kekasih tanda cinta

Senyum pada komputer itu mah tanda-tanda GILA….

Seperti diposting oleh nono pada Kamis 25 Feb 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2357