Dodih Supratman tinggal di Majalengka …..menitipkan cerita ini via SMS

Tahun 1982, ketika tinggal di asrama atas - Dewi Sri I - menu makan sangat monoton : tahu, tempe, mujair dan sayur asem ….. maka, pada satu hari penghuni asrama sepakat untuk berdemo ala 80-an yaitu dengan menggantung makanan dengan tali di semua jendela ruang makan….. selanjutnya heeeeeboooh pisan… pengurus asrama jadi ngambek, tapi menu makanan pun berubah…. yang paling enak teteeep, kalau ada yang pulang, jatahnya bisa diembat….

Di tahun yang sama, di depan asrama terdapat kebun praktek pepaya yang kebetulan sedang berbuah.
Saat malam tiba, banyak penghuni asrama yang memetik pepaya tsb dan menyimpannya di lemari dalam kamar.
Saat ada razia kamar oleh pengurus…… ketauan deh, semua pepaya dikeluarkan…
Ternyata sangat banyak pepaya yang disembunyikan…. kena semprot deh……

Tahun 1983, ketika tinggal di asrama bawah - Dewi Sri II - banyak ayam tetangga yang mampir dan numpang BAB.
Karena tiap hari …kan jengkel, akhirnya dengan umpan nasi yang dipapaykeun dari depan hingga ke kamar … ayam itu macokan nasi terus nyampe ke kamar.
Setelah itu yang keluar bulunya aja dan jadilah pesta malam mingguan …

Kalau ini cerita Boher :

Cerita tentang LAPAR di asrama rupanya tidak ada habis-habisnya….
Setiap angkatan, selalu saja ada cerita pencurian jambu, jagung, pepaya, kacang, ubi jalar dan lain-lain…. Disebut pencurian karena yang dipanen selalu kebun punya kelas lain, angkatan lain, pokoknya bukan punya sendiri…..

Suatu sore, rasa lapar itu mendera anak-anak Cheqer ….. (genk ngetop angkatan ‘84 yang ketenarannya konon hampir menyaingi Dewi Sri!). Anggota genk antara lain… Cimul, Doyok, Iik, Boher, Hendra dan banyak lagi….

Sore itu lewat tukang bubur ayam di depan asrama….. maka dipanggillah si abang bubur….
“Bang, kalau bayarnya pake ini….. dapat berapa mangkok?” kata Boher sambil mengacungkan sepotong baju…..
“Lima, dek….”
“Ya udah…. lima mangkok Bang…”
Dan dengan baik hati Boher berbagi…. “Eko…. nih semangkok buat kamu”

Setelah buburnya habis…… barulah Eko sadar bajunya hilang satu…….
Ya…. itu yang diacungkan Boher ke tukang bubur ayam memang bajunya Eko Supriyanto……
whahahaha ….whehehehe……. tergelak2 kita berlima membayangkan Eko saat itu, dan saat baca postingannya….

Seperti diposting oleh nonon pada Kamis 18 Juni 2009
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=217