colocasia.spmabogor.net

Majalah Dinding Maya SPMA Bogor

Browsing Posts tagged praktek

Pada tahun kedua di SPMA,
Kita dibagi menjadi regu-regu untuk praktek swakarya..

Saya lupa sama siapa saja anggotanya,
tapi yang jelas dalam regu itu harus ada yang jago macul, kuat tenaganya..
saya pernah satu regu sama Sayidina Umar maupun Karsad…
selain mereka banyak juga yang jago macul, tapi dua orang itu yang saya ingat..

Saya pernah juga praktek nyawah di depan Tresna Putra, pulang nyawah dikejar kerbau, terus lari dan lebih baik nyemplung ke sawah lagi …

Seperti diposting oleh nonon pada Kamis 28 Jan 2010
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=2309

Pulang praktek pagi, sebelum ke sekolah pasti nyari tempat numpang mandi… (kecuali anak asrama/kost tentunya)….
Naah… beberapa temen cewek - anak bogor - biasanya mandi di rumah bibiku di komplek BPPB- kebun karet.

Satu hari …. salah satu temen, sambil jalan ke sekolah dia agak ngeluh dan susah jalan…. terus kita tanya…. kenapa sih jalannya kok begitu?
Yang ditanya juga bingung… katanya kok kalau mulai jalan rasanya kayak ada yang ditarik - peureus ceuk sunda mah…. tapi kalau diam gak terasa lagi…. padahal kita jalan udah cukup jauh.. 200 meteran lah…

Akhirnya, singgah di rumah kost temen (lupa namanya…. rambutnya panjang kalau gak salah Anna dan Juju)… numpang ke km mandi dan diperiksalah…. ternyata…..
pembalut wanita-nya terbalik, LEM nya nempel ke arah yang salah….
puguh we… peureus sajajalan…. hehehehe….

Seperti diposting oleh nonon pada Senin 18 Feb 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=144

Bulan pertama hidup dalam asuhan Dewi Sri terasa begitu berat dan melelahkan baik fisik, pikiran maupun mental. Irama kehidupan pun seakan berubah secara drastis yang tadinya berirama keroncong berubah menjadi irama rock and roll yang menghentak-hentak menguras keringat. Bagi mereka yang tidak siap mental, satu per satu berguguran pulang kampung.

Masih hangat dalam ingatan, usai orientasi siswa selama 3 hari, bukannya istirahat eh malah langsung praktek lapangan di gudang tengah. Di dalam gudang tengah telah menunggu dua gunung jagung. Gunung pertama katanya jagung jenis gigi kuda dan yang kedua jenis mutiara. Kami duduk mengelilingi dua gunung itu, terus Pak Iskandar pun beri aba-aba untuk segera melaksanakan pemipilan jagung secara medley tanpa jeda meskipun tapak tangan mengalami lecet.

Pada hari Jumat pagi senam SKJ bersama Bapak Soeharnis. Sore harinya, latihan karate dipandu oleh Pak Thomas dan istrinya dibantu oleh Elan Suherlan. Ketika itu saya melihat ka Elan seperti malaikat Malik yang pelit senyum, terus nyiksa kita jungkir balik, sambil berkeliling sekolahan. Besoknya hari sabtu, pelajaran keteknikan oleh Pak Kodir Mantoro.

Tiada hari terlewatkan tanpa menguras tenaga. Karena itu, hampir setiap malam pemandangan di zaal B lebih mirip rumah sakit ketimbang asrama. Entah siapa yang memulai, tahu-tahu hampir setiap tempat tidur ada kaki yang digantung menggunakan sabuk putih pakaian karate yang diikatkan pada papan alas tempat tdur atas. Seiring dengan bergantinya musim, pameran gantung kaki berangsur pudar karena kelelahan berangsur menjadi kenikmatan.

Seperti diposting oleh solahudin88 pada Minggu 08 Maret 2009
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=1818

Kegiatan swakarya adalah kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksanakan para siswa waktu sore hari. Masih ingat dalam ingatan, sore itu kami akan melaksanakan kegiatan swakarya. Kami dibagi regu, satu regu terdiri dari 10 orang. Saya tidak satu regu dengannya, tapi lokasi tempat kami bersebelahan.

Sore yang terlihat agak mendung itu tidak menghalangi kami untuk bekerja. Berpasang kaki mulai turun ke lahan bekas sawah. Aku masih berdiri di atas galengan memandang teman teman yang begitu giat bekerja. Sementara di ujung sebelah sana dia berdiri dan…..sert…..kami saling memandang. Kupalingkan kembali wajah ini dari tatapannya. Aku tidak tahu apa arti pandangan itu, sering aku mendapatkan pandangan yang serupa darinya……tapi entahlah makna apa yang ada di hatinya.

Di sore yang kelabu ini, hatiku masih merasakan debaran yang baru terjadi. Aku ingin menepisnya tapi perasaan itu tidak pernah pergi. Saat aku masih memikirkan ada apa yang sebenarnya terjadi antara hatiku dengan hatinya….tiba-tiba saja…….gebyaaar…..gluduk berbunyi…..dan bersamaan dengan itu hujan rintik rintik mulai turun.

Tetes air hujan yang turun tidak menghentikan pekerjaan kami……bahkan sebaliknya air hujan itu seperti memberikan semangat pada teman teman untuk terus bekerja. Dan aku sekali kali berhenti dari mencangkul…….kutengadahkan wajah ke langit sambil tidak lupa memandang tempat sebelah…..Lagi …lagi……kami berpandangan. Ah…ada apa dengan aku.

Hujan semakin deras….dan…deras…… Teman teman mulai bergegas, aku juga mulai membenahi diri. Tiba tiba……aku tidak merasakan air hujan lagi. Ternyata dia telah berdiri di atas galengan di mana aku berada. Dengan payung di sebelah tangan kirinya……tangan kanannya terulur ke arahku dan dia berkata: “Ayo naiklah…..hujan makin deras.”
Aku terdiam, tapi tanganku menyambut uluran tangannya.

Kami berjalan beriringan di atas galengan. Dia masih melindungiku dari air hujan dengan payung birunya. Hati ini masih berdebar……ada apa sebenarnya. Bukankah dia tidak pernah menyapa dan tersenyum padaku, tapi kenapa saat ini dia begitu baik padaku.
Jarak tempat kami swakarya dan tempat di mana peralatan diletakkan lumayan jauh. Ketika menuju tempat berganti pakaian, di bawah hujan yang deras samar samar dia berkata : “Bersediakah kamu menjadi teman special saya?”
Aku tidak mengeri apa artinya…….. Aku tidak mengiyakan ataupun menolak, aku hanya tersenyum sambil memandang ke dalam matanya. Aku ingin memahami makna dari kata kata itu.
Tapi apa yang terjadi…….saat itulah dia mengusap air hujan yang ada di wajahku. Ya Tuhan apalagi ini.
Aku memang bahagia, tapi hati ini ragu………betulkah dia memilihku…..

Hujan masih deras saat kami telah berganti pakaian. Ketika aku akan pulang….ternyata dia masih ada dan tidak seperti biasanya pulang bersama teman temannya. Akhirnya kami pulang bersama, dia mengantarku hanya sampai depan rumah. Ketika dia pamit dia hanya berkata : “Jaga diri baik baik, saya akan selalu mengawasi kamu.”
Hanya itu yang dia katakan…… Aku masih terbayang apa yang dia lakukan di bawah hujan yang deras tadi.

Seperti diposting oleh nina solvia pada Selasa 01 Juli 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=781

Waktu kelas IC, praktikum PKK - Pendidikan Kesejahteraan Keluarga sama Bu Ida dan Kak Ait…. berkesan banget….

Praktek 4 sehat 5 sempurna …. saya lupa sekelompok dengan siapa saja.
Saat itu belum pernah masak, karena di rumah saya bagian bebenah, nyuci dan nyetrika baju…. masak di dapur belum pernah….

Bagusnya pendidikan di SPMA, banyak praktek… dibiayai lagi…. Kita diberi uang, untuk beli bahan praktikum yang 4 sehat saja….
Setelah berdiskusi seru menu yang akan ditampilkan adalah sayur lodeh, ikan tambakang goreng, ada tempe di-bumbu oreg dan buah pepaya.

Keesokan harinya kita masak di ruang praktikum-nya pak Poyo…. asyik banget…. saat praktikum selesai, baru diumumkan bahwa menu akan dilombakan…

Semua hasil karya dihidangkan…. sayur lodeh warna-warni, ikan goreng kering menggoda, tempe oreg, sambel, pepaya matang dipotong-potong …siap santap ….. pikabitaeun lah….detik-detik terakhir.. ada sisa jeruk nipis sisa ngebersihan ikan…. pepaya-nya dikucuri jeruk nipis… taburi gula pasir dikit…..

Bu Ida dan Kak Ait…. jadi jurinya…. comot sedikit untuk dicicipi…. terus ditulis…..

Kelompok saya paling terakhir diperiksa…. posisinya deket pintu …… Bu Ida dan Kak Ait agak lama berdiskusi….. terus sekali lagi nyomoti masakan kami…..
Akhirnya kelompok kami menang…..
Ooooh… bukan main senangnya….. bangga…. lompat-lompat kesenengan.

Itulah bagusnya pendidikan di SPMA Bogor…. hasil karya selalu diberi apresiasi… tidak ada hadiah apa-apa… hanya pujian…. senyum lebar.. tepukan di bahu…..

Kunci kemenangan kami ternyata pada buah pepaya yang diberi jeruk nipis dan taburan sedikit gula….. hehehe….. mungkin si Ibu udah rada mual nyicipan rasa aneh-aneh masakan anak-anak ingusan…. dan merasa segar saat mencuci mulut dengan pepaya kami…..
Gak tau lah…. yang penting kami puas menghabiskan masakan …bersama-sama….

Seperti diposting oleh nonon pada Minggu 25 Mei 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=555

Pertama kali saya masuk sekolah ini, tidak pernah menyangka ada praktek nyangkul yang dimulai jam 6 pagi. Bisa dibayangkan jam berapa saya harus berangkat dari rumah. Tapi itulah kewajiban harus tetap dilaksanakan dan diusahakan jangan sampai terlambat. Temen-temen tahu sendiri khan bila kta terlambat.

Nah…..untuk menghadapi itu semua, saya biasanya bangun jam setengah lima, mandi, solat subuh, rapi rapi dan mempersiapkan yang akan dibawa. Setelah semua beres tanpa sarapan weeeeeessssss berangkat, hari masih gelap, udara dingin masih menusuk dan komplek saya tuh sepiiiiiiii sekali. Saya nih orangnya penakut, jadi setiap berangkat subuh selalu diantar mamah atau bapak sampai rumah Eli. Dari komplek kami naik angkot sampai Bosbow Gunung Batu, terus jalan, kalau waktu masih lama kami jalan sampai sekolah (gudang bawah/gudang atas ataupun gudang tengah) kadang kadang suka papasan sama Aef dan Abas yang naik sepeda, tapi betapa teganya mereka jalan mendahului kita tanpa menawari untuk bonceng (tega deh kalian). Nah paling enak kalo papasan sama anak sabah, lumayan kami diajak.

Saat praktek adalah yang paling menyenangkan, karena kami selain bekerja (nyangkul) juga banyak bercandanya, jadi praktek tidak terasa akhirnya selesai juga. Cangkul dicuci dan dikembalikan ke tempat semula. Kami berlima (Saya, Novie, Iis, Eli dan Marni) kadang kadang bareng Mudiani dan Popi, bersih-bersih diri dan ganti pakaian seragam. Perut lapar…..baru deh buka bekel dari rumah, biasanya tuh bekelnya hampir sama : Nasi Goreng, kalo tdk nasi putih dan dadar telur. Walaupun sama nasi goreng tapi kami selalu tukar tukaran atau sekedar cicip mencicipi. Wah rasanya nikmat sekali, biasanya kami makan di belakang kelas 1C yang menghadap ke kolam ikan SUPM. Ditemani angin sepoi sepoi kami makan sambil bercanda sampai tak terasa bel masuk sudah bunyi.

Ternyata acara jalan dari sekolah sampai bosbow gunung batu pulang pergi merupakan acara rutin kami jika pergi dan pulang sekolah. Bukan hanya saya dan Eli, kadang kadang kami rame2 dengan Novie, Mudiani, Iis, Roy, bahkan beberapa kakak kelas juga ada. Mengingat itu semua saya tersenyum dan betapa bahagianya saat itu. Cape tidak terasa, ongkos yang kami terima biasanya digunakan untuk jajan es cendol atau doclang (dasar pengiritan, tidak hanya anak asrama saja ya, kita kita juga berusaha jalan kaki agar bisa jajan).
Kalo melihat kondisi jalan saat ini, sepertinya kami tidak sanggup jalan seperti itu. Dulu kendaraan masih sedikit dan jalannya pelan, tapi sekarang…..ampun deh.

Seperti diposting oleh nina solvia pada Rabu 02 April 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=325

Ini saya cuma pindahkan posting seseorang anggota kita dari room lain (tebak sendiri deh siapa … yg kelakuannya kayak gini….

Pada Pelajaran Praktikum Biologi, ada sesuatu yang membuat saya semangat.
Ga tahu ya… semangat apa, tapi yg jelas praktikum biologi itu selalu saya tunggu.

Saya pikir bukan karena menariknya pelajaran ini, tapi karena menariknya seorang guru biologi yang bernama Bu Ida. Dia selalu terlihat full make up. Bedak, lispstick, alis, dan rambutnya yang terlihat rapi.
Praktikum biologi adalah sarana yang menyenangkan (buat saya) agar bisa face to face dengan Beliau. Terutama pada saat beliau secara langsung mempraktekan bagaimana cara menggunakan mikroskop.

Waktu itu, praktikum melihat sel batang ubi kayu (Manihot utilisima). Niat baik saya muncul, saya pura2 minta tolong tidak bisa melihat dengan jelas cel di bawah mikroskop. Ibu kemudian menyuruh duduk saya digeser, dan mikroskop diambil alih sama Ibu.
Namun, saat itu saya tidak lagi peduli dengan sel.

Tahu ga Bu… rambut ibu itu kan menempel bertebaran di wajah saya. Dan.. harumnya… duh… bikin saya deg-degan. Dan sekali lagi waktu ibu menengok, pipi ibu hampir menyenggol hidung saya… Serrr… Saya hanya bisa diam mematung.. saya bener2 lemas.. merenungi apa yang baru saja terjadi.. (Begitu ceritanya setelah lulus sensor)

Maaf ya bu, kalau ibu tahu mungkin ibu akan marah besar… kenapa ada murid kurang ajar di laboratorium.
Maaf ya Bu, waktu itu saya betul-betul sengaja… saya tidak khilaf.. Bu…
Saya sumpah, tidak akan sekali-sekali….
Maafkan saya ya Bu, kalau cerita ini telah membuat ibu tidak senang….
Saya hanya disuruh oleh Nonon Dwi Kania…

*) Valentino (nama sengaja disamarkan, takut ada yg ngiri….)

Seperti diposting oleh didiet pada Rabu 23 Jan 2008
Tanggapan dan komentar selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
http://forum.spmabogor.net/viewtopic.php?t=33